Kecelakaan Bus Sri Padma Kencana
Kesaksian Tim SAR Sulit Evakuasi Korban Tewas ke-27 Kecelakaan Bus Padma, Terjepit Body Kendaraan
Kepala Operasional Basarnas Supriono menyebut sempat ada kesulitan dalam mengevakuasi jenazah korban tewas terakhir dalam kecelakaan maut bus Padma.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Bus itu terguling masuk ke dalam jurang lebih dari 5 meter pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB.
"Saat itu, bus dari arah Malangbong, Kabupaten Garut, menuju Sumedang mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae yang berada di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi," ungkap Nandang, Rabu malam.
Lihat videonya mulai 0.50:
Bus Padma Ganti Jalur sebelum Lewat Tanjakan Cae
Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae.
Dilansir TribunWow.com, diketahui bus bernomor polisi T 7591 TB itu terguling masuk jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.
Diketahui bus itu berangkat dari Cisalak, Subang menuju Pamijahan, Tasikmalaya.
Baca juga: Duduk di Belakang Sopir, Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus Padma Ungkap Kesaksian Sempat Cium Bau
Kemudian bus kembali dalam perjalanan pulang dari Tasikmalaya menuju Subang melewati Wado, Sumedang.
"Tadinya gini, biasanya 'kan lewat Nagrek, 'kan sudah biasa keluar Nagrek," jelas Imam, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/3/2021).
Setelah itu peserta rombongan memberi usul agar mereka berpindah jalur lewat Bandung.
Usulan itu disepakati.

Namun kembali ada yang mengusulkan agar rombongan melewati Wado saja.
"Setelah itu ada inisiatif dari kawan-kawan, bagaimana (kalau lewat) jalur Bandung? Oke, jalur Bandung," papar Imam.
"Terus dari teman-teman ada inisiatif lagi. Kalau jalur Bandung, gimana kalau jalur Wado? Kira-kira sanggup enggak sopirnya?" lanjutnya.