Perpres Investasi Miras
Investasi Miras Jadi Polemik, Arie Untung Unggah Video Anak Mabuk: Korban Kebijakan Orang Dewasa
Presenter Arie Untung mengunggah video lama yang memperlihatkan seorang anak diberi minuman keras hingga mabuk.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presenter Arie Untung mengunggah video lama yang memperlihatkan seorang anak diberi minuman keras hingga mabuk.
Ia pun menuturkan bahwa anak tersebut merupakan korban dari orang-orang dewasa.
Suami Fenita Arie tersebut juga mengungkapkan keprihatinannya dan mengajak serta agar masyarakat menyelamatkan generasi bangsa.

Baca juga: Arie Untung Pasang Foto Bersama Istri Muda, Aldi Taher: Dukung Poligami Apa Anti Poligami Bro?
Baca juga: Unggah Video Syekh Ali Jaber Bagi-bagi Gepokan Uang, Arie Untung: Beredar pada saat Sudah Tiada
Video tersebut ditayangkan dalam media sosial Instagram @ariekuntung, Selasa (2/3/2021).
Dalam tayangan itu, seorang pemuda tampak menuangkan botol ke dalam gelas yang diduga adalah minuman keras.
Seorang anak kecil kemudian meminum air dalam gelas tersebut dan melihat ke arah sang pemuda.
Tak lama kemudian, anak tersebut berjalan dengan limbung dan beberapa kali terjatuh.
Bahkan kepalanya sempat terjengkang beberapa kali dan terantuk balok-balok kayu yang disusun dibelakangnya.
Bukannya menolong, pemuda yang memberikan sang anak minuman hanya menonton dan tertawa-tawa.
Kemudian, sang anak akhirnya jatuh terkapar dan terbaring di tanah.
Arie Untung kemudian menuliskan pendapatnya dalam kolom keterangan.
Ia mengaku kasihan dan mengajak masyarakat untuk menyelamatkan genarasi anak tersebut.
"Yuk selamatkan adek ini. Selamatin generasinya. Kasihan. Anak-anak bukan topeng monyet. Lihat aja berapa kali kepalanya kena kayu," tulis Arie Untung.
"Anak2 hanya korban dari kebijakan orang dewasanya
Orang dewasanya yang meng-create masa depan dewasa mereka
Adik2 ini butuh orang-orang dewasa yg punya visi
Bukan orang2 dewasa yg hanya mencari keuntungan diri."
Arie Untung kemudian menuturkan bahwa menurut pengamatannya, banyak orang mendaftarkan anaknya ke pesantren dan sekolah agama.
Ia pun tampak senang dan menyerukan kemenangan serta menyebut nama Tuhan.
"Kejadian belakangan ini pas taun ajaran baru
Pertumbuhan prndaftaran ke pesantren dan sekolah islami meningkat drastis
BRAVO
Allah’s plans always the best
Drunken master pun ga kepingin anaknya jadi tumbuh jadi master baok," bebernya.
Unggahan Arie Untung ini dituliskan saat Peraturan Presiden mengenai Investasi Miras disahkan oleh Presiden Joko Widodo.
Perpres tersebut berkaitan dengan pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol.
Aturan mengenai investasi miras diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Aturan tersebut menuai protes dari sejumlah kalangan termasuk organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.
Lantaran aturan ini menjadi polemik di tengah masyarakat, akhirnya Presiden mencabut kembali ketetapan tersebut.
Hal itu disampaikan Presiden dalam Konferensi Pers Virtual yang disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (2/3/2021).
Baca juga: Dengarkan Masukan-masukan Ulama, Jokowi Akhirnya Cabut Perpres Investasi Miras
Baca juga: Sejumlah Reaksi Penolakan Perpres Investasi Miras, PA 212 Ancam Gelar Demo hingga Respons Amien Rais
Dukungan Gubernur Bali Terhadap Perpres Investasi Miras
Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan pandangannya tentang perizinan investasi minuman keras (miras).
Dilansir TribunWow.com, hal ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (1/3/2021).
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Perpres itu menetapkan industri miras masuk sebagai daftar positif investasi (DPI).
Diketahui miras jenis arak dan tuak yang diolah dari bahan-bahan lokal menjadi salah satu komoditas di Bali.
"Orang Bali dianugerahi dengan tanaman seperti kelapa, enau, dan lontar yang secara tradisional dapat menghasilkan tuak sebagai sumber penghasilan masyarakat setempat," papar Wayan Koster.
"Tuak ini juga bisa diproses menjadi gula. Secara tradisional oleh masyarakat diproses menjadi arak, namanya arak Bali," jelasnya.
Proses pembuatan miras lokal itu telah berkembang secara turun-temurun, bahkan menjadi sumber penghidupan masyarakat Bali.
Tidak hanya itu, Koster mengungkapkan manfaat miras bagi kesehatan tubuh.
Jika dikonsumsi secukupnya, arak atau tuak justru akan menyehatkan.
"Bahkan para tetua kami di Bali menjadikan arak sebagai minuman yang menyehatkan kehidupannya dengan mengonsumsi secara terbatas," ungkap politikus PDIP ini.
"Bukan untuk mabuk," tegasnya.
Koster memberi contoh konsumsi miras itu dilakukan sebelum berkegiatan sehari-hari.
"Jadi sebelum berkebun, minum. Mau tidur, (minum) setengah sloki, satu sloki maksimum," papar gubernur petahana tersebut.
"Itu orang akan menjadi sehat," ungkapnya.
Koster mengungkapkan dukungannya untuk meregulasi produksi minuman beralkohol.
Menurut dia, hal yang dilarang adalah konsumsi berlebihan.
"Yang tidak boleh itu mengkonsumsi secara bebas dan menjual secara bebas dengan mengakibatkan dampak negatif bagi masyarakat," terang Koster.
Dikutip dari Kompas.com, perizinan investasi miras ini akan berlaku di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.
Perizinan diberikan dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.
Penanaman modal pembuatan minuman alkohol di luar empat provinsi itu dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas usulan gubernur.
Selain itu, investasi ini juga berlaku untuk pabrik pembuatan minuman anggur dan minuman yang mengandung malt. (TribunWow.com/ Via/ Brigitta)