Breaking News:

Virus Corona

Catatan Ridwan Kamil soal Setahun Pandemo Covid-19: Vaksinasi Jadi Kunci di 2021 karena Gak Ada Lagi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki sejumlah catatan pada momentum setahun sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.

Instagram @ridwankamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelum menjalani tes vaksin Covid-19 kelima, diunggah Senin (14/12/2020). - ILUSTRASI, Catatan Ridwan Kamil soal Setahun Pandemo Covid-19: Vaksinasi Jadi Kunci di 2021 karena Gak Ada Lagi 
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki sejumlah catatan pada momentum setahun sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.

Pria yang akrab disapa Emil itu mencatat, orang pertama yang terpapar Covid-19 di Indonesia merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.

Namun, ia meyakini Covid-19 di Indonesia sudah hadir sebelum 2 Maret 2020 mengacu pada kondisi global saat itu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (18/1/2021).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). (Humas Pemprov Jabar)

Baca juga: UPDATE Virus Corona Indonesia, Rabu 24 Februari: Tambah 7.533, Total Kasus Positif Capai 1.306.141

Baca juga: Seseorang Masih Bisa Terjangkit Virus Corona meski Sudah Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasannya

"Kami menduga Covid sudah masuk lebih dulu dibandingkan tanggal 2 Maret itu. Maka kita refleksi Jabar pada 12 Februari sudah rapat duluan sebulan sebelumnya karena membaca fenomena global sehingga kita menyiagasatukan Jabar," kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/3/2021).

Sempat Dianggap Berlebihan saat Umumkan Jabar Siaga 1

Sebulan sebelum kasus pertama diumumkan, Emil sudah lebih dulu mengumumkan siaga I untuk Jawa Barat. Namun, ketika itu keputusannya dianggap sejumlah pihak terlalu berlebihan.

"Statment siaga I itu sempat tidak disukai karena saat itu banyak yang tidak paham, padahal maksud saya infrastruktur harus siap," ucapnya.

Emil menuturkan, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pandemi tersebut. Salah satunya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinilai lebih efektif daripada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Evaluasi di Jabar ternyata PPKM ini lebih berhasil dari PSBB. Karena PSBB itu opsional siapa yang mau nanti disetujui (pusat). Makanya ada yang pakai ada yang tidak jadi tidak komprehensif. Kalau PPKM, khususnya Jawa Bali suka tidak suka semua daerah melakukan maka sekarang trennya sudah turun. Kasus aktif masih ada tapi tren kami turun," paparnya.

Baca juga: Setelah Vaksinasi Covid-19, Seseorang Masih Bisa Terjangkit Virus Corona, Simak Penjelasannya

Catatan soal Data yang Tumpang Tindih...

Lalu, kata Emil, banyak masalah yang masih perlu mendapat perhatian besar.

Seperti data kasus harian yang masih tumpang tindih.

"Problem kami adalah kasusnya datang masih belum clear, karena itu bukan wilayah kami, kami berharap yang diumumkan itu kasus baru. Karena orang sembuh masih diumumkan juga oleh pengumuman harian," kata Emil.

Ia menjelaskan, proses vaksinasi akan menjadi kunci penanganan Covid-19. Ia juga mencatat soal pentingnya kepemimpinan di masa pandemi.

"Vaksinasi menjadi kunci di 2021 karena enggak ada lagi, kita mau beres pakai apa kalau gak pakai vaksin. Dan sejarah membuktian semua pandemi di dunia beres oleh vaksin. Mudah-mudahan dengan kehadiran vaksinasi yang sukses bisa memulihkan pandemi dan ekonomi," jelasnya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Setahun Pandemi Covid-19, Ini Catatan Ridwan Kamil

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved