Terkini Daerah
Terkejut Putrinya Ternyata Dicekik Oknum Polisi hingga Tewas, Ibu Korban: Mau Saya Nyawa Balas Nyawa
Ani Kusmirawan (44) tak menyangka anaknya yang bekerja di Polres Pelabuhan Belawan ternyata tewas dibunuh oleh seorang oknum polisi yang dinas di sana
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Warga Medan sempat digegerkan oleh temuan dua jasad wanita di dua tempat berbeda pada Senin (22/2/2021) kemarin.
Dua perempuan yang menjadi korban, Riska Fitria (21) dan Aprilia Cinta (13) ternyata dibunuh oleh seorang oknum polisi berpangkat Aipda bernama Roni Syahputra.
Ani Kusmirawan (44), ibu korban Riska tak menyangka anaknya tewas di tangan seorang oknum polisi, ia kini ingin pelaku dijatuhi vonis hukuman mati.

Baca juga: Cekik 2 Wanita hingga Tewas, Oknum Polisi di Medan Sempat Diminta Tolong oleh Korban Tapi Tak Mau
Baca juga: 2 Wanita Tewas di Tempat Berbeda seusai Main Bersama, Aktivitas Terakhir Korban Diungkap sang Ibu
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, pelaku diketahui berhasil diamankan pada Kamis (25/2/2021) sore.
"Ya Allah, terkabul doa kita," ujar ibu korban saat ditemui Tribun-Medan.com di kediamannya.
Ani mengaku mendapat info dari berita online soal sosok pelaku yang ternyata seorang oknum polisi.
"Kami tidak menyangka, pelakunya itu oknum polisi. Saya sudah bisa makan, sudah tenang anak saya di sana," ujar Ani yang menangis tersedu-sedu.
Ani kini hanya ingin pelaku diberikan vonis hukuman mati.
"Kalau mau saya ya, nyawa balas nyawa, hukum seberat-beratnya. Sekali dua nyawa hilang dibuatnya," harap Ani.
Pelaku diketahui melakukan pembunuhan karena didorong motif sakit hati.
Kejadian bermula ketika korban Riska meminta tolong kepada pelaku yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan untuk mengecek titipan tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP).
Namun pelaku yang enggan akhirnya tidak memenuhi permintaan Fitria.
Pada kesempatan lain, Riska dan korban Aprilia mendatangi lagi pelaku untuk menanyakan perihal pengecekan tahanan.
Ketika bertanya kepada pelaku, cekcok pun pecah antara pelaku dan korban.
"Ketika korban (Riska) menanyakan perihal titipannya bersama seorang wanita temannya (Aprilia) kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati," kata Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (25/2/2021).