Breaking News:

Terkini Nasional

Contohkan Pendukung dan Haters Anies Baswedan, Dedi Mulyadi: Jakarta Itu Banjir Pilpres 2024

Dedi Mulyadi berharap para politisi memakai hati nurani agar tidak membicarakan politik di tengah musibah banjir di Jakarta.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
instagram/@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertakziah ke rumah duka dua anak, yakni Arjuna Satria Perdana (7) warga Basmol RT 04/06 Kelurahan Kembangan Utara dan Chris Dewa Al Rohman (8) warga Basmol RT 012/06, Kelurahan Kembangan Utara. Keduanya dinyatakan meninggal usai tenggelam akibat bermain di lokasi yang terdampak banjir dekat RPTRA Kembangan Utara. 

TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyayangkan kepada pihak-pihak yang membicarakan masalah politik di tengah-tengah banjir di DKI Jakarta.

Ia mencontohkan soal isu pemilihan presiden 2024 yang akhir-akhir ini santer dibicarakan.

Dedi menegaskan, saat ini prioritas adalah penanganan banjir bukan soal pilpres 2024.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi membicarakan soal masalah banjir di Jakarta sudah menjadi komoditi politik, ditayangkan dalam acara Kamar Rosi Kompastv, Rabu (24/2/2021).
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi membicarakan soal masalah banjir di Jakarta sudah menjadi komoditi politik, ditayangkan dalam acara Kamar Rosi Kompastv, Rabu (24/2/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Kutip Curhatan Netizen, Susi Sebut Publik Tak Nilai Pemerintah Anti Kritik: Karena Buzzer-nya

Hal itu disampaikan oleh Dedi dalam acara Kamar Rosi Kompastv, Rabu (24/2/2021).

Awalnya, Dedi menyarankan kepada Tina Toon selaku Anggota DPRD DKI Jakarta untuk menaikkan gaji para pekerja yang bertugas di gorong-gorong mengatasi saluran air Ibu Kota.

Dedi lalu melemparkan sindiran soal fenomena banjir di Jakarta yang beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.

"Di Jakarta itu bukan banjir air, banjir Pilpres 2024," ucap Dedi.

"Itu yang saya enggak suka."

Dedi kemudian menyayangkan para politisi yang justru mengambil kesemaptan di tengah banjir untuk membicarakan masalah politik.

"Politisi itu harus punya hati, enggak boleh juga ketika banjir itu yang diomongin adalah urusan pilpres," kata Dedi.

"Kalau yang enggak suka Pak Anies, apapun yang dilakukan Pak Anies (itu) salah."

"Kalau yang suka Pak Anies, apapun yang dilakukan Pak Anies benar, ilmiahnya sudah enggak ada."

Dedi kemudian mengatakan kecurigaannya ada pihak yang memang senang Jakarta banjir karena bisa digunakan sebagai senjata dalam politik.

"Jangan-jangan ada yang berdoa biar banjir karena itu komoditi untuk jatuhin lawan politik, untuk bully. Kan urusannya bukan itu," ujar Dedi.

Berkaca dari kejadian tersebut, Dedi meminta agar semua pihak memprioritaskan penyelesaian banjir.

"Urusannya adalah yuk kita bersikaplah dewasa. Kalau lagi bencana, udah deh jangan dulu posting tentang elektabilitas capres, elektabilitas partai 2024."

"Nah emang kalau kita tenggelam, bisa Pilpres 2024? Kan belum tentu," ujar Dedi.

Baca juga: Pemilih Prabowo Menyebar ke Anies dan Sandi, LSI Prediksi 2024 Ada Lebih dari 2 Pasangan

Simak video selengkapnya mulai menit awal:

Maklumi jika Anies Digugat Rakyat soal Banjir

Sebelumnya diberitakan, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi banyaknya kritik yang dilontarkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Minggu (21/2/2021).

Diketahui sejumlah titik di ibu kota dilanda banjir sejak Sabtu (20/2/2021) dini hari.

Anies mengklaim penanganan banjir sudah mencapai 95 persen, tetapi kebijakannya menuai protes dari warga DKI Jakarta.

"Soal banjir ini kita tidak paham kenapa belum ada satu gubernur pun yang mampu menanggulangi soal banjir ini," kata Refly Harun menanggapi hal tersebut.

Walaupun begitu, ia menilai tidak adil jika hanya Anies yang digugat terkait banjir.

Pasalnya beberapa daerah lain yang menunjang DKI Jakarta turut terendam banjir.

Refly menuturkan musibah itu turut menimpa seorang kerabatnya.

"Marilah kita adil juga soal Gubernur DKI. Banjir ini 'kan tidak hanya di DKI, tapi juga di daerah Jabodetabek," komentar Refly.

"Saudara saya yang di Tangerang harus mengungsi ke rumah saudara saya," kata pengamat politik ini.

Selain Anies, Refly juga menyebut nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Diketahui beberapa titik di kedua provinsi tersebut juga kebanjiran.

Baca juga: Sebut Anies Lecehkan Kebijakan Ahok, Ade Armando Singgung Ironi Ibu yang Dikunjungi Kini Kebanjiran

"Jadi bukan hanya DKI Jakarta saja. Kalau kita mau menggugat gubernur, gugatlah Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," kata Refly.

"Gugatlah pula Ganjar Pranowo. Kemarin ada (daerah di) Jawa Tengah yang juga banjir," lanjut dia.

"Jangan-jangan nanti beberapa daerah lain gubernurnya digugat," tambahnya.

Refly memaklumi jika masyarakat DKI Jakarta geram dan hendak menuntut Anies.

Ia menilai gugatan tersebut dapat menjadi pelajaran agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih masif mencegah bencana tahunan itu.

"Tapi it's okay, karena bagaimanapun untuk memberikan pembelajaran juga peringatan kepada Pemprov DKI agar mereka lebih aware dengan banjir," komentar Refly.

"Saya pernah melihat kata-kata Anies Baswedan bahwa curah hujan mereka tidak bisa kontrol, tapi menanggulangi curah hujan tersebut, bagaimana me-manage-nya mereka bisa kontrol," tambahnya. (TribunWow.com/Anung/Brigitta)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Anies BaswedanDedi MulyadiJakartaBanjirPilpres 2024Tina Toon
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved