Banjir Jakarta
Gerindra Sebut Isu Politik Hambat Pemprov DKI dan Pusat Atasi Banjir Jakarta: Masih Lama 2024
Isu politik di Jakarta disebut oleh S. Andyka sebagai penghambat kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Andyka tak merinci jelas isu politik apa yang menjadi permasalah di Jakarta, namun ia menyebut angka tahun yang menjadi permasalahan politik, yakni 2022 dan 2024.
Seperti yang diketahui, pada 2022 nanti kemungkinan akan diselenggarakan Pilkada di DKI Jakarta.
Namun hal tersebut masih belum bisa dipastikan.
Lalu untuk 2024 adalah ajang pemilihan presiden Indonesia.
"Masih lama 2024, 2022 kalau jadi, kalau enggak jadi 2024," ungkap Andyka.
"Tetapi dinamika politik sudah sangat deras di sini, dan kita rasakan sendiri."
Menanggapi hal itu, di acara yang sama, narasumber Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga meminta agar Andyka tak menyoroti persoalan politik.
Pandapotan kemudian mengungkit janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal naturalisasi.
"Apa, dimana naturalisasinya?" ujar dia.
Ia juga menyoroti soal penggunaan anggaran banjir oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Anggaran kita secara akumulasi makin besar tapi untuk penanggulangan banjir makin sedikit," sindir Pandapotan.
Baca juga: Anies Klaim Banjir Surut dalam 6 Jam, Wagub Riza Patria: Kita Harus Bedakan Maksudnya Pak Gubernur
Simak videonya mulai menit ke-22.34:
Anies: Minggu Surut, Senin Pagi Sudah Normal
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada ribuan petugas dan relawan yang bekerja menanggulangi banjir di ibu kota.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (23/2/2021).