Breaking News:

Terkini Daerah

Terdampak Banjir Jabodetabek, Seorang Warga Menangis di Pengungsian, Keluhkan Minimnya Bantuan

Banjir yang merendam sebagian wilayah Jabodetabek membuat para warga terpaksa harus mengungsi.

YouTube/tvOneNews
Maryati, seorang pengungsi banjir yang merupakan warga kecamatan Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat. 

"Makan seadanya, makan sehari sekali, itu juga nasi diangetin lagi, ibu sedih," kata Maryati.

Meski begitu, dirinya dan juga orangtua lainnya mengaku masih bisa menahan.

Dirinya hanya mengkhawatirkan kondisi dari anak-anaknya, termasuk juga adanya dua bayi.

Baca juga: Tak Mau Banjir Kali Ini Dibandingkan Tahun-tahun Lalu, Anies Baswedan: Seakan-akan Hujannya Sama

"Hujan ya kehujanan, keanginan, mana ada banyi umur lima bulan, dua orang, pada nangis, kita saja yang tua kedinginan, apalagi dia yang masih bayi," jelas Maryati.

Dirinya berjarap bisa mendapatkan bantuan, termasuk bantuan obat-obatan jika memang banjir belum surut sehingga masih harus berada di pengungsian.

"Ya apa aja, maksudnya beras, air bersih, obat-obatan," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit awal:

Bima Arya Sebut Penyebab Banjir Jakarta Bukan di Hulu

Wali Kota Bogor Bima Arya ikut bersuara menanggapi terjadinya banjir di DKI Jakarta dan merespons pernyataan dari Gubernur Anies Baswedan.

Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah DKI Jakarta terendam banjir sejak Jumat (19/2/2021) dan baru mulai surut pada Minggu (21/2/2021).

Dilansir TribunWow.com, Bima Arya mengatakan bahwa penyebab terjadinya banjir di Jakarta memang ada banyak faktor.

Tidak menutup kemungkinan faktor kiriman dari hulu, seperti Depok dan Bogor.

Hanya saja menurutnya, khusus untuk banjir kali ini, Bima Arya menyebut penyebab utamanya bukan berasal dari hulu.

Dirinya mencontohkan kondisi atau status Bendungan Katulampa, Bogor yang selalu menjadi patokan banjir di Ibu Kota.

Baca juga: Meski Tuai Kritik, Wagub DKI Klaim Korban Banjir Turun Tiap Tahun: Tak Cukup Rp 50-100 Triliun

Baca juga: Anies Sebut Sejumlah Banjir di Jakarta Surut, Ferdinand Hutahaean: Berkat Kesalehan Gubernurnya

"Banjir di Jakarta itu kan banyak hal, betul bahwa ada yang dari hulu, tetapi catatannya adalah di Katulampa itu paling tinggi siaga 3," ujar Bima Arya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin (22/2/2021).

"Jakarta biasanya banjir di siaga satu."

"Ketika siaga tiga sudah banjir di Jakarta, berarti volume di Jakartanya yang tinggi," sebutnya.

Maka dari itu, Bima Arya menilai penyebab banjir Jakarta saat ini adalah justru di hilirnya.

Dirinya menyinggung soal daerah aliran sungai (DAS) yang disebut seharusnya bisa mengurai banjir ketika berfungsi normal.

Sebaliknya ketika DAS itu bermasalah atau tidak normal maka bisa menyebabkan terjadinya banjir.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved