Breaking News:

Banjir Jakarta

Jakarta Kembali Banjir, Riza Patria Sebut Kondisi DKI Beda dengan Daerah Lain: Ada 3 Sumber Air

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berikan penjelasan terkait penyebab terjadinya banjir di Ibu Kota.

Youtube/Apa Kabar Indonesa tvOne
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria tanggapi persoalan tahunan di Ibu Kota, yakni terkait masalah banjir. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memberikan penjelasan terkait penyebab terjadinya banjir di Ibu Kota.

Dilansir TribunWow.com, Riza Patria mengakui bahwa kondisi Jakarta memang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Selain karena memang memiliki daratan yang rendah, Jakarta disebut memiliki tiga sumber air.

Hal itu disampaikannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Selasa (23/2/2021).

Kondisi banjir di Jalan Kemang Raya, Sabtu (20/1/2021) sore pukul 16.30 WIB.
Kondisi banjir di Jalan Kemang Raya, Sabtu (20/1/2021) sore pukul 16.30 WIB. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Baca juga: Merespons Riza Patria soal Banjir Jakarta, Johny Simanjuntak: Betul, tetapi Harus Ada Progres Dong

Baca juga: Bogor Sering Disebut Penyebab Banjir Jakarta, Bima Arya: Bukan dalam Rangka Saling Menyalahkan

"Kalau kita melihat fakta dan data, kita tahu Jakarta itu kan ada tiga sumber air," ujar Riza Patria.

"Satu hujan lokal, banjir kiriman atau banjir bandang dari daerah sekitar, dan dari laut," ungkapnya.

"Dan Jakarta kan datarannya memang rendah, Jakarta memang berbeda dengan provinsi lain."

Dengan kondisi tersebut, Riza Patria menyebut tentu memiliki potensi besar terjadi banjir.

"Terlebih lagi di saat-saat sekarang, tahun-tahun ke depan, itu curah hujannya tinggi," kata Riza Patria.

Khusus untuk banjir yang terjadi sejak Jumat (19/2/2021) hingga Minggu (21/2/2021), Riza Patria mengatakan dipengaruhi oleh tingginya curah hujan.

Dikatakannya hujan yang mengguyur Jakarta memiliki intensitas 226 mm per hari.

"Apalagi hujan kemarin itu mencapai 226 mm per hari, di mana kapasitas daya tampung air Jakarta itu tidak bisa lebih dari 150 mm," jelas politisi Partai Gerindra itu.

"Sehingga kalau debit air melebihi itu maka terjadi banjir."

Baca juga: Anies Tuai Kritik karena Banjir DKI, Hendri Satrio Tegur Politisi PDIP: Jangan Ikut-ikutan Nyerang

Lebih lanjut, dirinya lantas mengungkapkan penanganan atau langkah antisipasi jangka pendek terkait potensi kembali terjadinya banjir.

Pasalnya untuk program pembebasan lahan untuk naturalisasi ataupun normalisasi tidak merupakan program jangka panjang.

Menurutnya ada tiga langkah jangka pendek yang bisa dilakukan oleh Pemprov DKI.

"Untuk tahun ini yang kami lakukan ada tiga program yang cukup signifikan membantu, pertama mengoptimalkan pengerukan atau meningkatkan daya tampung air," kata Riza Patria.

"Yang kedua pembuatan codetan-codetan juga membantu."

"Ketiga kami membuat terobosan membuat olakan atau tampungan sementara," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 9.00

Anies Bandingkan dengan Gempa Bumi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan terkait terjadinya banjir di Ibu Kota.

Dilansir TribunWow.com, Anies Baswedan menegaskan bahwa terjadinya banjir pasti karena ada sebab dan alasannya.

Menurutnya, penyebab utama terjadinya banjir di Jakarta adalah karena tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, khususnya pada Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Klaim Banjir Jakarta Sudah 100 Persen Tertasi, Anies Baswedan Sebut Seluruh Kegiatan Sudah Normal

Baca juga: Sebut Anies Baper ke Jokowi dan Ahok, Ade Armando: Tak Mau Lanjutkan Pendahulunya soal Banjir

Oleh karenanya, Anies minta untuk tidak melupakan begitu saja curah hujan yang terjadi dan malah mencari kesalahan atau faktor penyebab lainnya.

"Saya perlu garis bawahi di sini, banjir itu adalah fase kedua, fase pertamanya berapa curah hujan. Ini yang jarang muncul," kata Anies, dikutip dari acara Kabar Petang 'tvOne', Minggu (21/2/2021).

Dirinya lalu membandingkan dengan masalah bencana alam lainnya, seperti gempa bumi.

Semakin tinggi kekuatan gempa yang terjadi maka semakin parah akibat yang ditimbulkan.

"Jadi ketika ada gempa hampir pasti kita menanyakan berapa skala richter gempanya, baru kemudian bicara dampaknya pada gedung-gedung yang runtuh," terang Anies.

Namun menurutnya, setiap kali adanya banjir tidak pernah disinggung berapa curah hujannya, melainkan justru membanding-bandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya.

"Padahal sama seperti dampak gempa, bukan ditentukan gempa tahun berapa dibandingkan dengan tahun berapa, tetapi gempa berapa skala richter dengan gempa berapa skala richter," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Baca juga: Gencar Kritik Anies soal Banjir, Ade Armando Ingatkan Caranya Peroleh Kursi Gubernur Lawan Ahok

Lebih lanjut, menurut Anies, terkait curah hujan yang mengguyur DKI Jakarta, khususnya yang menyebabkan banjir itu mencapai 225 mm per hari atau termasuk kategori hujan ekstrem.

Dirinya pun menyebut wajar ketika menyebabkan banjir karena sistem drainase yang tidak kuat menampungnya.

"Saya sampaikan bahwa di Jakarta kita memiliki sistem drainase yang bisa mengendalikan air sekitar 50 mm, ada yang bisa sampai 100 mm per hari," ucapnya.

"Bila curah hujannya di atas 100 mm maka hampir pasti akan terjadi genangan," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Banjir di JakartaJakartaBanjirAhmad Riza PatriaAnies Baswedan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved