Banjir di Jakarta
Debat Siapa Salah atas Banjir DKI, Politisi PDIP ke M Taufiq: Bentar Lagi Puan yang Disalahkan
Perdebatan terjadi antara Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Pantas Nainggolan, dan Politisi Gerindra, M Taufik.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Pantas Nainggolan, dan Politisi Gerindra, M Taufik.
Dilansir TribunWow.com, keduanya berdebat soal banjir yang kembali merendam DKI Jakarta.
Pantas mengatakan, banjir sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Namun, M Taufik berpendapat sebaliknya.

Baca juga: Banjir Jakarta, Johny Simanjuntak Pertanyakan Janji Anies soal Naturalisasi: Realisasinya Tidak Ada
Baca juga: Jakarta Banjir, Ini Hal yang Sudah Dilakukan Pemprov DKI, Naturalisasi Sungai hingga Pengerukan Kali
Perdebatan keduanya terjadi saat menjadi narasumber dalam acara SAPA INDONESIA MALAM Kompas TV, Senin (22/2/2021).
"Sekarang yang harus kita tuntut adalah apa yang sudah dilakukan pemerintah terhadap infrastruktur supaya masyarakat terbebas dari banjir," kata Pantas.
"Pemerintah DKI Jakarta (yang dimaksud)."
Menurut Pantas, tak seharusnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyalahkan pihak lain atas banjir yang terjadi.
Ia pun menyinggung nama Politisi PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani.
"Kita bicara lingkup DKI, jadi jangan kita menyalahkan orang lain," jelas Pantas.
"Bahkan sebentar lagi Puan yang disalahkan."
"Otoritas kita adalah membangun, memersiapkan saran prasarana yang bisa menanggulangi dan mengurangi banjir," tambahnya.
Baca juga: Fotonya terkait Banjir Diunggah Anies Baswedan, Ibu-ibu Ini Justru Ngaku Trauma: Saya Minta Tolong
Baca juga: Sebut Anies Lecehkan Kebijakan Ahok, Ade Armando Singgung Ironi Ibu yang Dikunjungi Kini Kebanjiran
Pendapat berbeda disampaikan oleh M Taufik.
Politisi Gerindra itu menganggap banjir DKI menjadi tanggung jawab banyak pihak.
Termasuk, daerah-daerah yang ada di hulu.
"Kalau mau menilai sesuatu harus objektif," bantah M Taufik.
"Kali itu bukan punya kita, air adatangnya dari hulu."
"Hulu itu ada Kabupaten Bogor, Kota Bogor, ada juga kali Depok."
Ia menyebut, pemerintah pusat pun harus membantu DKI agar terhindar dari bajir.
"Ini yang saya kira harus bersama-sama," kata M Taufik.
"Harus dengan pemerintah pusat karena kalinya bukan cuma punya DKI."
Hal berbeda kembali disampaikan Pantas.
Soal banjir, ia kembali menegaskan tanggung jawab Pemprov DKI.
"Urusan pembebasan itu urusan pemerintah DKI Jakarta," ucap Pantas.
"Untuk menjadi normal itu yang kita tuntut supaya dilakukan normalisasi."
"Dari lima meter menjadi 20 meter misalnya."
"Tapi persoalannya gubernur tidak menginginkan normalisasi, yang ia tekankan adalah naturalisasi," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-9.12:
PSI: Bapak Pimpin Jakarta Sudah 3,5 Tahun
Di sisi lain, sebelumnya Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Justin Andrian mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Kritik itu ia sampaikan seiring dengan banjir yang sempat merendam wilayah Ibu Kota.
Menurut Justin, meski sudah 3,5 tahun menjabat, masih banyak pekerjaan rumah (PR) Anies Baswedan.
Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Kritik Anies soal Banjir Jakarta, Giring Ganesha: Terlihat Tidak Mampu Menyusun Prioritas
Baca juga: Klaim Banjir Jakarta Sudah 100 Persen Tertasi, Anies Baswedan Sebut Seluruh Kegiatan Sudah Normal
Justin mulanya meminta Anies untuk tak menyalahkan kiriman air dari daerah lain sebagai penyebab banjir DKI.
Ia pun membeberkan fakta soal status siaga sejumlah bendungan air di Ibu Kota.
"Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta, kiranya tidak menyalahkan kiriman banjir dari tempat lain," jelas Justin.
"Karena berdasarkan data yang kami terima bahwa status di pintu air Katulampa dan di Depok statusnya masih siaga empat."
Karena itu, Justin meyakini banjir DKI terjadi karena kurangnya resapan di Ibu Kota.
Baca juga: Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Sungai Antar Provinsi adalah Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Baca juga: Sebut Tak Adil jika Cuma Anies yang Dikritik soal Banjir, Refly Harun: Gugatlah Ganjar, Ridwan Kamil
Lebih lanjut, ia menyinggung masa jabatan Anies sebagai gubernur yang sudah berjalan 3,2 tahun.
"Jadi bisa disimpulkan bahwa banjir yang terjadi di DKI Jakarta ini sepenuhnya disebabkan oleh daya resap DKI Jakarta yang sangat minim," ujar Justin.
"Saya ingin mengingatkan pada Bapak Gubernur, bapak sudah memimpin Jakarta selama 3,5 tahun."
Justin menilai, banyak PR yang belum diselesaikan Anies.
Ia pun meminta Anies menyelesaikan masalah banjir yang tak kunjung usai.
"Tetapi banyak sekali PR yang belum diselesaikan."
"Jadi bukan hanya sekedar warna genteng warga saja."
"Tapi permasalahan utama dari DKI Jakarta, salah satunya banjir, masih banyak yang harus dikerjakan ," tandasnya. (TribunWow.com)