Breaking News:

Vaksin Covid

Apakah Orang yang Sudah Pernah Divaksin Tetap Bisa Terkena Covid? Varian Baru Disebut Kurang Rentan

Vaksin Covid-19 sudah diedarkan dan diberikan untuk para warga Indonesia. Namun, orang yang disuntik vaksin Sinovac tidak langsung kebal.

YouTube Kementerian Kesehatan RI
Vaksinasi massal Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Vaksin Covid-19 sudah diedarkan dan diberikan untuk para warga Indonesia. Namun, orang yang disuntik vaksin Sinovac tidak langsung kebal. 

TRIBUNWOW.COM - Vaksin Covid-19 sudah diedarkan dan diberikan untuk para warga Indonesia.

Namun, orang yang disuntik vaksin Sinovac tidak serta merta kebal dari Virus Corona.

Simak penyebab orang yang disuntik vaksin tak langsung kebal:

1. Ada Jeda

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, diperlukan beberapa hari hingga minggu agar vaksin bekerja.

Seseorang dapat terjangkit Covid-19 sebelum disuntik vaksin.

Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif.
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif. (JOEL SAGET / AFP)

"Dibutuhkan beberapa saat untuk mengembangkan respons kekebalan," kata Dr. Robert Salata, direktur University Hospitals Roe Green Center for Travel Medicine & Global Health di Cleveland.

Dosis pertama mungkin memberikan beberapa perlindungan.

Namun, CEO Moderna, Stephane Bancel, mengatakan, pihaknya tidak memiliki data untuk membuktikannya saat ini.

Sementara untuk Pfizer, menurut Salata, setelah 14 hari dosis pertama, baru sekitar 52 persen efektif untuk mencegah penyakit.

Baca juga: Ada Layanan Vaksin Covid-19 Mandiri Berbayar di RS Pelni, Benar atau Hoaks?

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved