Breaking News:

Banjir Jakarta

Meski Tuai Kritik, Wagub DKI Klaim Korban Banjir Turun Tiap Tahun: Tak Cukup Rp 50-100 Triliun

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengklaim pihaknya sudah berhasil mengurangi dampak banjir Ibu Kota.

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Ahmad Riza Patria, dalam konferensi pers, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengklaim pihaknya sudah berhasil mengurangi dampak banjir Ibu Kota.

Meski kembali menuai kritik akibat banjir yang kembali merendam DKI, Riza Patria memastikan jumlah korban semakin berkurang setiap tahunnya.

Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (20/2/2021).

"Kalau lihat data setiap tahun jumlah pengungsi, korban, titik pengungsian, KK, RT, semakin berkurang," kata Riza Patria.

Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi tergenang banjir, Sabtu (20/2/2021).
Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi tergenang banjir, Sabtu (20/2/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Banjir Mulai Surut, Warga Perumahan Pondok Gede Permai Tinggalkan Pengungsian untuk Bersihkan Rumah

Baca juga: Anies Baswedan Klaim Jakarta Dapat Kiriman Banjir dari Depok: Bukan dari Kawasan Puncak Bogor

Menurut dia, mengendalikan banjir bukanlah perkara mudah.

Bahkan, Riza Patria menyebut dana Rp 100 triliun tak cukup membendung banjir di Ibu Kota.

"Yang pertama, mengendalikan banjir tidak seperti membalikkan tangan."

"Pembebasan lahan untuk program tersebut tidak cukup dana 50 triliun bahkan 100 triliun."

"Jangka pendek sekarang, karena kita menghadapi curah hujan ekstrem," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tengah fokus menyelamatkan warga dari banjir.

"Program utama kita adalah keselamatan jiwa warga Jakarta."

"Jangan sampai ada warga Jakarta yang meninggal karena banjir," sambungnya.

Baca juga: Tuntut Anies Baswedan Buat Gebrakan Atasi Banjir DKI, PDIP: Jangan Hanya Kita Debat soal Istilah

Baca juga: Pihaknya Disalahkan soal Banjir DKI, Riza Patria: Kalau Dikasih Rp 100 Triliun, Apa Langsung Hilang?

Tak hanya itu, Riza Patria juga mengklaim pihaknya sudah melakukan banyak usaha untuk mengendalikan banjir.

"Pak Gubernur juga mencanangkan naturalisasi terus kami galangkan," kata Riza Patria.

"Di samping itu kita menyiapkan pompa, ada 729 pompa stasioner, pompa underpass yang kami siapkan."

"Setiap tahun kami tambah jumlahnya."

Ia mengklaim, pihaknya selalu meningkatkan setiap program yang dicanangkan.

Mulai dari pengerukan hingga membuat codetan untuk menangani banjir.

"Kami juga menyiapkan 257 eskavator dan 495 truk besar untuk melakukan program pengerukan atau meningkatkan daya tampung air," ujar Riza Patria.

"Jadi program yang lama terus kami tingkatkan, normalisasi, pembangunan drainase vertikal, membangun sungai resapan."

"Termasuk juga kami menyiapkan pintu air, membuat program lainnya."

"Program unggulan lainnya di antaranya melakukan optimalisasi kerukan, membuat codetan dan olakan," sambungnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-4.01:

Tak Bisa Instan

Di kesempatan lain, Ahmad Riza Patria menyebut pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mencegah banjir Ibu Kota kembali terjadi.

Dilansir TribunWow.com, Riza Patria bahkan menyebut anggaran hingga Rp 100 triliun tak akan mampu membendung banjir Jakarta secara instan.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (20/2/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana meminta solusi langsung dari warga DKI untuk mengatasi banjir Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana meminta solusi langsung dari warga DKI untuk mengatasi banjir Jakarta (Kolase (YouTube Official iNews) dan (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN))

Baca juga: Jakarta Banjir Lagi, PDIP Tagih Janji Anies Baswedan Selama Jadi Gubernur: Tidak Lakukan Apa-apa

Baca juga: Yakin Betul Anies Baswedan Sukses Atasi Banjir saat Hujan Ekstrem, Bamus Betawi: 2013-2015 Itu Parah

Riza Patria mengklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah maksimal mengupayakan penanganan banjir.

Termasuk, menambah sumur resapan hingga memerbaiki selokan dan drainase.

"Di Jakarta sekarang trotoarnya sudah banyak yang baik," kata Riza Patria.

"Di bawah trotoar itu dibangun, selokan, got, drainase."

"Kemudian juga tidak kurang dari 2.974 titik penambahan sumur resapan di Jakarta yang terus kita tingkatkan."

"Selain sumur resapan, drainase vertikal, gorong-gorong, semua kita tingkatkan," tambahnya.

Baca juga: Reaksi PDIP saat Anies Baswedan Dipuji-puji soal Penanganan Banjir DKI: Ada Keengganan, Ada Ego

Baca juga: PDIP Pertanyakan Janji Anies Bisa Buat Banjir Jakarta Surut dalam 6 Jam: Faktanya Bertolak Belakang

Riza Patria menambahkan, banjir tak bisa diatasi secara instan.

Menurut dia, bahkan dana Rp 100 triliun tak bisa dengan cepat menangani banjir.

"Banjir ini tidak bisa ditekan dalam waktu 5-10 tahun ke depan," ujarnya.

"Dengan uang (Rp) 50 triliun atau 100 triliun sekali pun tidak bisa menyelesaikan banjir."

"Kalau kita hari ini dikasih anggaran 100 triliun, apa banjir bisa langsung hilang?"

"Tidak bisa, perlu waktu, perlu proses," tambahnya.

Soal banjir Jakarta, Riza Patria mengaku memerlukan bantuan daerah lain dalam penanganannya.

Ia pun membahas soal penanganan banjir di daerah hulu.

"Karena pengendalian banjir tidak bisa ditekan Jakarta sendiri."

"Harus didukung oleh daerah sekitar, kalau Jakarta kita perbaiki kita perbaiki drainasenya, normalisasinya, sumur resapan."

"Kalau di hulu tidak diselesaikan, itu tidak membantu," tukasnya. (TribunWow.com)

Tags:
Banjir di JakartaBanjirJakartaAhmad Riza PatriaAnies Baswedan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved