Banjir Jakarta
Pihaknya Disalahkan soal Banjir DKI, Riza Patria: Kalau Dikasih Rp 100 Triliun, Apa Langsung Hilang?
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebut pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mencegah banjir Ibu Kota kembali terjadi.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebut pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mencegah banjir Ibu Kota kembali terjadi.
Dilansir TribunWow.com, Riza Patria bahkan menyebut anggaran hingga Rp 100 triliun tak akan mampu membendung banjir Jakarta secara instan.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Jakarta Banjir Lagi, PDIP Tagih Janji Anies Baswedan Selama Jadi Gubernur: Tidak Lakukan Apa-apa
Baca juga: Yakin Betul Anies Baswedan Sukses Atasi Banjir saat Hujan Ekstrem, Bamus Betawi: 2013-2015 Itu Parah
Riza Patria mengklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah maksimal mengupayakan penanganan banjir.
Termasuk, menambah sumur resapan hingga memerbaiki selokan dan drainase.
"Di Jakarta sekarang trotoarnya sudah banyak yang baik," kata Riza Patria.
"Di bawah trotoar itu dibangun, selokan, got, drainase."
"Kemudian juga tidak kurang dari 2.974 titik penambahan sumur resapan di Jakarta yang terus kita tingkatkan."
"Selain sumur resapan, drainase vertikal, gorong-gorong, semua kita tingkatkan," tambahnya.
Baca juga: Reaksi PDIP saat Anies Baswedan Dipuji-puji soal Penanganan Banjir DKI: Ada Keengganan, Ada Ego
Baca juga: PDIP Pertanyakan Janji Anies Bisa Buat Banjir Jakarta Surut dalam 6 Jam: Faktanya Bertolak Belakang
Riza Patria menambahkan, banjir tak bisa diatasi secara instan.
Menurut dia, bahkan dana Rp 100 triliun tak bisa dengan cepat menangani banjir.
"Banjir ini tidak bisa ditekan dalam waktu 5-10 tahun ke depan," ujarnya.
"Dengan uang (Rp) 50 triliun atau 100 triliun sekali pun tidak bisa menyelesaikan banjir."
"Kalau kita hari ini dikasih anggaran 100 triliun, apa banjir bisa langsung hilang?"
"Tidak bisa, perlu waktu, perlu proses," tambahnya.