Banjir Jakarta
Merespons Anies, Bima Arya Sebut Penyebab Banjir Jakarta Bukan di Hulu: Sudah Surati Pak Gubernur
Wali Kota Bogor Bima Arya ikut bersuara menanggapi terjadinya banjir di DKI Jakarta.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
Menurutnya harus ditangani oleh banyak pihak, bukan hanya oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri dan tidak bisa langsung diselesaikan dalam waktu dekat.
"Harus terintegrasi semua dari hulu ke hilir," harap Bima Arya.
"Dari kementerian koordinasi terus berjalan, dari KLH, PUPR, tapi saya rasa enggak bisa parsial, betul-betul harus ditangani secara bersama-sama," tutupnya.
Simak video lengkapnya:
Riza Patria: Anggaran 100 Triliun pun Tak Bisa Menyelesaikan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria tanggapi persoalan tahunan di Ibu Kota, yakni terkait banjir.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Sabtu (20/2/2021), Riza Patria mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah DKI Jakarta bersama Gubernur Anies Baswedan telah melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengentaskan banjir.
Hanya saja menurutnya, persoalan banjir di Ibu Kota tidak bisa dengan mudah ditangani.
"Yang pertama kalau kita lihat di Jakarta sekarang trotoarnya sudah banyak yang baik," ujar Riza Patria.
"Di bawah trotoar itu dibangun got, drainase, kemudian juga ini tidak kurang 2.974 titik penambahan sumur resapan di Jakarta yang terus kita tingkatkan," jelasnya.
"Kemudian juga selain sumur resapan, drainase vertikal, gorong-gorong semua kita tingkatkan."
Baca juga: Tawarkan Anies Baswedan Solusi untuk Atasi Banjir DKI, Gembong: Jangan Tersandera Janji Kampanye
Baca juga: 4 Pernyataan Anies Baswedan soal Banjir: Karena Curah Hujan Ekstrem dan Target Surut dalam 6 Jam
Politisi Partai Gerindra itu mengaku membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta.
Pasalnya menurutnya faktor penyebab banjir di Jakarta tidak hanya dari Jakarta itu sendiri ataupun terkait masalah anggaran, melainkan juga akibat dari daerah-daerah sekitar, khususnya yang memiliki daratan lebih tinggi, seperti halnya Bogor.
"Pembangunan banjir ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu 5-10 tahun ke depan, dengan uang Rp 50 triliun atau Rp 100 triliun sekalipun itu tidak bisa menyelesaikan banjir," kata Riza Patria.
"Kalau pun hari ini kita dikasih anggaran Rp 100 triliun, pertanyaanya apakah banjir akan hilang? Tidak bisa, perlu waktu dan proses."