Breaking News:

Terkini Nasional

Bahas Jokowi Minta Dikritik, Mahfud MD Minta Hapus Istilah Cebong Vs Kadrun: Kurang Beradab

Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi ramainya pembicaraan tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta dikritik.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Capture YouTube Kompas TV
Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi pertanyaan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait mengkritik pemerintah, Minggu (14/2/2021). 

Menurut Mahfud, hal itu lazim saja terjadi di masyarakat demokratis.

"Saya tidak pernah mengkotakkan seperti itu. Tapi ada yang kritis, ada yang bertahan menjawab kritik," jelas mantan politikus PKB ini.

"Itu sudah biasa saja, negara demokrasi," tambahnya.

Selanjutnya, Mahfud mengomentari adanya golongan pengkritik yang disebut radikal.

Mahfud mengaku tidak setuju dengan definisi radikal yang digunakan untuk menyebut pengkritik.

"Indonesia itu lahir karena Bung Karno radikal. Generasinya Bung Karno itu membongkar sesuatu dari akarnya," katanya mengibaratkan.

Ia menyinggung arti radikal telah ditetapkan dalam hukum yang berlaku.

Menurut Mahfud, istilah radikal yang sudah ditetapkan dalam hukum ini yang digunakan untuk memperkarakan seseorang.

"Tapi ada juga radikal yang jelek, ingin membongkar sesuatu tanpa aturan," tandasnya.

Lihat videonya mulai menit 6.00:

Jusuf Kalla: Tanya saja Tidak Boleh, Apalagi Mengkritik?

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pertanyaannya memang perlu diajukan, terkait cara mengkritik pemerintah agar tidak diperkarakan.

Dilansir TribunWow.com, sebelumnya dalam sebuah forum JK bertanya cara mengkritik agar tidak ditangkap.

Pertanyaan itu muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat lebih aktif mengkritik.

Baca juga: Pernah Konferensi Pers Bareng, Fahri Hamzah Ngaku Kata-katanya Dicatut Jokowi: Persis Pandangan Saya

Halaman
123
Tags:
JokowiMahfud MDKritikMedsos
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved