Breaking News:

Vaksin Covid

Rebutan Vaksin Covid-19 dengan 215 Negara, Jokowi Ungkap Rencana Produksi Vaksin Dalam Negeri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah mendapat berhasil mendapatkan vaksin yang diperebutkan 215 negara di dunia.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021). Terbaru, Jokowi menyebut pemerintah mendapat berhasil mendapatkan vaksin yang diperebutkan 215 negara di dunia. 

Vaksin Tahan Dua

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menyebutkan vaksinasi tahap dua akan segera digelar pada Rabu (17/2/2021).

Tahap vaksinasi kedua itu ditujukan kepada kelompok prioritas, yakni tenaga kesehatan (nakes) lanjut usia (lansia).

"Dalam tahap ini vaksinasi bagi pedagang pasar akan berlangsung selama enam hari dengan menargetkan sekitar 55.000 orang pedagang pasar di Tanah Abang," papar Maxi Rein Rondonuwu.

Diharapkan vaksinasi tahap dua ini dapat selesai pada Mei 2021.

Rencananya vaksinasi tahap kedua ini menyasar 38,5 juta orang, dengan rincian 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta lansia.

Vaksinasi terlebih dulu menyasar kelompok ini karena dianggap rentan terpapar Virus Corona dan menjalani mobilitas yang tinggi.

"Ketika mereka terlindungi lewat vaksinasi, maka kita dapat menurunkan laju penyebaran virus, mengurangi beban rumah sakit serta membantu tenaga kesehatan," kata Maxi.

Yang dimaksud pekerja publik adalah pendidik (guru dan dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, dan Satpol PP.

Selain itu, ada pelayan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran), transportasi publik, atlet, wartawan, dan pelaku sektor pariwisata (staf hotel, restauran dan tempat wisata).

WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Tak Wajib

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) meminta negara-negara yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 tidak mewajibkan vaksinasi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan ahli epidemiologi dari Grifith University Australia, Dicky Budiman.

Ia menyoroti adanya denda administratif bagi warga Indonesia yang menolak divaksin.

Baca juga: Kabar Gembira: Kelompok Lansia, Komorbid, Penyintas Covid-19, dan Ibu Menyusui Bisa Mendapat Vaksin

Menurut Dicky, WHO meminta negara-negara mempersuasi masyarakat agar mau divaksin, bukan serta-merta mewajibkan yang nantinya akan terkesan represif.

Halaman
123
Tags:
VaksinCovid-19Virus CoronaJokowiTribunWow.comTNI-PolriSinovac
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved