Terkini Nasional
Tak Terima Din Syamsuddin Dituding Radikal, Pengamat Politik Ungkap Rekam Jejaknya: Mestinya Malu
Pengamat Politik Adi Prayitno tanggapi tudingan miring terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
"Yang kedua, saya pernah diajar Pak Din Syamsuddin empat semester. Pak Din kebetulan di UIN saat ini mata kuliahnya pemikiran politik Islam," ucapnya.
"Bicara banyak isu, dari Islam masa jahiliyah, peradaban yang kian maju dan bagaimana Islam berkembang di dunia demokrasi dan globalisasi," tambahnya.
Oleh karenanya, tudingan yang menyebut Din Syamsuddin menganut paham radikal jelas sangat merugikan pihak yang bersangkutan.
"Itulah yang saya kira, orang yang menyebut orang radikal ini selain naif, jahat, jelas ini pembunuhan karakter," tegasnya.
Lebih lanjut, Adi Prayitno justru menyinggung soal kasus-kasus korpsi yang belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, pelapor yakni GAR Alumni ITB lebih baik mempersoalkan hal itu, ketimbang mengurusi Din Syamsuddin yang jelas-jelas bukan radikal.
"Yang ketiga, kalau memang GAR Alumni ITB ini memang untuk menujukkan nilai demokrasi, tuntut tuh garong-garong bansos, para koruptor yang sampai saat ini tak tersentuh," kata Adi Prayitno.
"Jangan lagi ngomong tentang radikalisme dan yang saya aneh, jangan-jangan orang yang selalu bilang tentang radikal, mereka tidak mengerti agama dan Islam," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 6.27
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)