Breaking News:

Terkini Nasional

Jokowi Minta Kritik Tuai Debat di Twitter, Ditegur Ernest Prakasa hingga Dibela Ferdinand Hutahaean

Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dikritik menuai berbagai respons di media sosial Twitter.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah, disampaikan dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021). 

"Padahal kebebasan berekspresi menyusut menjadi #ResesiDemokrasi."

"Varian ancaman kebebasan berekspresi pun hingga ke ranah digital. Buah Otoritarianisme 4.0 kreasi Negara pimpinan Presiden @jokowi kini."

Pemerhati media sosial Roy Suryo membalas cuitan KontraS tersebut.

Ia menyinggung fakta indeks demokrasi Indonesia yang merosot drastis.

"Tweeps, mungkin ini contoh 'Kritik Pedas yang kemarin diharapkan Presiden @jokowi di mana Index Demokrasi Indonesia 'terjun bebas' di posisi 64 dari 167 negara. Karena bukan politisi lagi, saya harus konfirm ke @KontraS maksud @PDI_Perjuangan di tangan kanan dan @Gerindra di kiri apa?" tulis Roy Suryo.

Di sisi lain, ada pula yang membela Jokowi, yakni mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Ia menyentil balik orang-orang yang mengkritisi permintaan Jokowi untuk dikritik.

Ferdinand menyoroti cuitan yang mengkritik keberadaan buzzer pemerintah.

"Bagi kalian di luar sana yang ingin berbuat sesuatu thdp negeri ini, pertama ambillah cermin kemudian pandangi ke dalam, dan kamu akan menemukan sesuatu yang sangat penting di sana barulah kemudian bicara. Bukan malah meminta Presiden membubarkan buzzer yang abstrak antara ada dan tiada," cuit akun @FerdinandHaean3.

Kominfo Persilakan Warganet Tetap Kritik Asal Tak Langgar 2 UU ITE Ini

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan ada dua batasan dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika mengkritik seseorang, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Staf Ahli Menkominfo Henri Subiakto dalam tayangan Kompas Petang, Rabu (10/2/2021).

Diketahui Jokowi meminta masyarakat aktif memberikan kritik dan masukan.

Baca juga: Viral Cuitan Akun Aliansi Mahasiswa UGM, Ucap Selamat pada Jokowi yang Jadi Juara Umum Lomba

Setelah pernyataan Jokowi menjadi viral, warganet khawatir kritik yang disampaikan ke pemerintah justru akan dijerat UU ITE.

Henri Subiakto membantah hal tersebut dengan menilai ada banyak yang selama ini salah tafsir terhadap UU ITE.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berangkat meninjau gempa di Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berangkat meninjau gempa di Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). (Humas Kemensetneg)
Halaman
123
Tags:
JokowiErnest PrakasaFerdinand HutahaeanKritikBenny K HarmanTwitterRoy Suryo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved