Breaking News:

Terkini Nasional

Viral Jalan Anyer-Panarukan Disebut Hasil Kerja Paksa Kini Diperbincangkan, Bagaimana Sejarahnya?

Bertahun-tahun anak Indonesia diajarkan sejarah bahwa Jalan Anyer-Panarukan dibangun dengan cara kerja paksa alias tanpa upah. 

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Pemandangan dari mercusuar Anyer, Serang, Banten, Minggu (21/8/2011). Mercusuar setinggi 75 meter ini terletak di Nol Kilimeter Jalan Raya Anyer Panarukan yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels tahun 1885 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mercusuar masih berfungsi untuk memandu para nahkoda kapal yang melintas Selat Sunda. Di mercusuar ini juga terdapat jejak tsunami letusan Gunung Krakatau 1883. Sebelumnya sudah ada mercusuar tapi hancur dihantam tsunami dan puingnya masih tersisa d 

Diberitakan Skola Kompas.com, berikut kebijakan Daendels dalam bidang politik dan pemerintahan:

Membatasi pengaruh kekuasaan kerajaan-kerajaan tradisional Indonesia terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat sehingga membagi pulau Jawa menjadi 23 karisidenan.

Kedudukan Bupati sebagai penguasa tradisional daerah diubah menjadi pegawai di bawah pemerintah kolonial.

Membagai wilayah Jawa bagian timur menjadi 5 prefektur (setingkat provinsi) yaitu Surabaya, Sumenep, Rembang, Pasuruan, Gresik.

Pada bidang militer dan pertahanan, Daendels membangun benteng di pesisir, mendirikan pabrik senjata, membangun jalan raya Anyer-Panaurkan untuk memudahkan mobilisasi pasukan dan logistik perang.

Jalan Anyer-Panarukan Dalam jurnal sejarah Paramita, berjudul Perkembangan Jalan Raya di Pantai Utara Jawa Tengah Sejak Mataram Islam Hingga Pemerintahan Deandels (2016), disebutkan, luas jalan yang dibangun Daendels selebar 7,5 meter.

Jalan raya tersebut dibatasi lapisan batu di dua sisinya, agar tidak terkikis air yang mengalir.

Setiap 1506,9 meter diberi tanda berupa paal atau tonggak dari batu. Paal tersebt berfugnsi sebagai tanda untuk memudahkan perawatan dan perbaikan jalan.

Pada sisi kiri dan kanan jalan dibangun selokan yang berfungsi sebagai saluran air, sehingga air tidak menggenang di jalan raya.

Baca juga: Sosok Zonata Fitorio, Santri yang Beri Uang Rp 200 Ribu untuk Bantu Keluarga, Tabungan Uang Jajan

Pembangunan tersebut kemudian disebut Jalan Raya Pos atau Groote Postweg.

Terbentang dari Anyer di Ujung Barat Jawa Barat sampai ke Panarukan di Ujung Timur Jawa Timur.

Dlansir dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, pembangunan jalan tersebut melewati Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Cadas Pangeran, Majalengka, Cirebon sampai Jawa Tengah.

Dari Cirebon sampai Surabaya, pembanguan jalan ada di wilayah jalur pantai utara. Jalan terbaik dan terpanjang pada masanya itu bukan semata ide Daendels.

Ada instruksi atasannya, Napoleon Bonaparte. Pada 1805, Napoleon juga telah membangun jalan transnasional yang berpusat di Paris.

Ia menggabungkan 27 kota terpenting di Eropa dan mempersingkat perjalanan di daerah kekuasaannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
Anyer-PanarukanHerman Willem Daendels
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved