Terkini Nasional
Viral Jalan Anyer-Panarukan Disebut Hasil Kerja Paksa Kini Diperbincangkan, Bagaimana Sejarahnya?
Bertahun-tahun anak Indonesia diajarkan sejarah bahwa Jalan Anyer-Panarukan dibangun dengan cara kerja paksa alias tanpa upah.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Bertahun-tahun anak Indonesia diajarkan sejarah bahwa Jalan Anyer-Panarukan dibangun dengan cara kerja paksa alias tanpa upah.
Namun, kini muncul perdebatan menyangkut Jalan Daendels itu dibangun lewat cara kerja paksa atau tidak.
Hal itu menjadi ramai dibawah setelah twitter Teddy Septiansyah @Teddyslfc mempertanyakan mengenai sejarah jalan raya anyer-panarukan tersebut.
Lalu akun twitter @mazzini_gsp memberi tanggapan bahwa memang betul jalan anyer-panarukan dibangun bukan dengan kerja paksa.
Daendels disebut sudah memberikan uang sebanyak 30 ribu ringgit lebih untuk gaji dan konsumsi serta para pekerja.
Baca juga: Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Pesawat Turun setelah Direkam di Ketinggian 10.900 kaki
Baca juga: Mesin Bagian Kiri Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Melemah 3 Kali Berturut-turut sebelum Jatuh

Uang itu diberikan kepada para bupati.
Namun, dari bupati inilah yang kemudian uangnya tidak sampai sehingga akhirnya jadi disebut kerja paksa.
Sampai saat ini belum jelas apakah ini benar atau tidak.
Tapi jika benar, maka Daendels boleh dibilang merupakan korban hoax jaman kuno.
Baca juga: Kondisi Rumah Bocah Viral Penjual Donat yang Bertelanjang Dada Berada di Ruang ATM: Memprihatinkan
Sementara itu, dilansir dari kompas.com, Herman Willem Daendels adalah gubernur jenderal kolonial pertama di Batavia.
Ia datang ke Asia atas perintah Louis Bonaparte yang pada waktu itu merupakan Raja Belanda.
Pelantikannya dilakukan pada 28 Januari 1807 dengan dua tugas pokok, yaitu mempertahankan Pulau Jawa dan membenahi sistem administrasi.
Saat itu, Belanda tengah memperkuat pertahanan di Jawa sebagai basis militer Perancis untuk melawan pasukan Inggris di kawasan Samudra Hindia.
Ia mulai memerintah pada 1808, dan menjabat selama tiga tahun hingga 1811.
Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di Ujung Barat Jawa Barat ke Panarukan di Ujung Timur Jawa Timur (kira-kira 1000 km).