Breaking News:

Terkini Daerah

Sempat Berpikir Mustahil Istri Tega Bunuh Bayi Sendiri, Suami Pelaku Tak Tahu Sudah Diselingkuhi

FY (34) sampai saat ini masih percaya bahwa istrinya AO (35) tidak mungkin tega membunuh bayinya sendiri yang masih berusia 9 bulan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Kolase (Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa) dan (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)
Pelaku AO (kanan) saat dihadirkan dalam ekspos perkara di Mapolsek Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Selasa (9/2/2021). FY (kiri) selaku suami AO masih tak percaya istrinya itu tega membunuh bayinya sendiri yang masih berusia 9 bulan. 

TRIBUNWOW.COM - Nasib miris dialami oleh FY (34) seorang suami yang tak hanya kehilangan bayi mungilnya, tapi juga diselingkuhi oleh istrinya sendiri.

Sang istri, AO (35) bersama pria selingkuhannya MA (43) membunuh KSC (9 bulan), lalu menitipkan jasad KSC di rumah neneknya di Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) malam.

Ironisnya, meskipun telah dikhianati sedemikian rupa, FY mengaku masih percaya bahwa AO sebenarnya tidak tega membunuh KSC.

Warni menunjukkan jasad sang cucu di tempat tidur, Minggu (7/2/2021). Seorang ibu menitipkan bayi yang diduga telah meninggal dunia ke rumah mertuanya di Jalan WR Supratman, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) malam.
Warni menunjukkan jasad sang cucu di tempat tidur, Minggu (7/2/2021). Seorang ibu menitipkan bayi yang diduga telah meninggal dunia ke rumah mertuanya di Jalan WR Supratman, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) malam. (Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa)

Baca juga: Susun Rencana Bersama Selingkuhan untuk Bunuh Bayinya Sendiri, Begini Nasib Ibu di Bandar Lampung

Baca juga: Ayah Tiri Cabuli Gadis 15 Tahun hingga Hamil 2 Bulan, Korban Trauma hingga Mau Gugurkan Kandungan

Dikutip TribunWow.com dari Tribunbandarlampung.com, terkait hubungan gelap istrinya, FY sama sekali tidak pernah merasa curiga.

"Enggak curiga, karena dia ini memang tetangga kami dan sering ngobrol bersama sama juga," kata FY.

Ia enggan berkomentar banyak mengenai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh istrinya.

Namun ia menyebut, semua rencana pembunuhan KSC disusun oleh MA.

FY masih meyakini sebenarnya istrinya tidak tega menghabisi nyawa KSC.

"Dia (istri) sebenarnya tidak tega, tapi biarlah semua diurus polisi," imbuh FY.

Sayang Anak

Sebelum kasus ini terungkap, FY meyakini tidak mungkin istrinya itu melakukan pembunuhan.

Ia menceritakan bagaimana sifat AO yang begitu sayang kepada anak-anaknya.

"Kalau orangnya sama anak itu sayang banget. Cuma enggak tahu, namanya musibah," ujarnya, Minggu (7/2/2021).

FY kala itu hanya berharap istrinya yang kabur bisa segera pulang ke rumah dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kalau pulang ya pulang. Asal tahu ceritanya, kronologisnya, saya enggak masalah. Saya enggak marah. Yang penting saya tahu peristiwanya, saya ikhlas. Kasian anaknya yang pertama," tandasnya sembari menahan tangis.

Dirinya saat itu mengaku sudah mengikhlaskan kepergian KSC.

Saat itu FY juga menyatakan tidak akan mempolisikan istrinya yang kini tidak diketahui berada di mana.

Berdasarkan dugaan FY, bayinya itu tewas seusai terjatuh dari tempat yang tinggi.

"Kami enggak mempermasalahkan asal dia pulang, cerita apa adanya. Namanya juga musibah, sudah ajalnya," kata FY.

FY pada saat itu menyatakan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Namun pihak kepolisian tetap melakukan pencarian.

Korban Diracuni 3 Kali

AO dan MA berhasil diamankan di tempat yang berbeda pada Senin (8/2/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, AO dan MA menjalin hubungan gelap mereka saat usia korban di kandungan menginjak lima bulan.

Penyebab kasus pembunuhan KSC berawal dari omongan para tetangga yang menyebut, bayi dari AO tidak mirip ayah kandungnya yakni FY, justru mirip MA yang merupakan selingkuhan AO.

"Karena omongan tetangga sekitar bilang kalau anak AO itu mirip MA," ujar Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budianto dalam konpers di Mapolsek Telukbetung Selatan, Selasa (9/2/2021).

"Malu, maka yang bersangkutan muncul niat membunuh korban," ujarnya.

MA kemudian merencanakan pembunuhan bayi tersebut selama dua bulan, dan dieksekusi di kontrakan milik rekannya.

Bayi tak berdosa itu diketahui dibunuh dengan cara diracuni air ramuan yang disiapkan oleh kedua pelaku.

Secara paksa air ramuan itu dimasukkan ke mulut korban.

Hal yang membuat miris adalah korban masih bertahan hidup setelah dua kali diracun para pelaku dan baru tewas dalam percobaan ketiga.

"Korban dijejali air ramuan, pada percobaan pertama korban masih hidup, begitu juga pada percobaan kedua," ujar Kompol Hari.

"Ketiga kalinya, pelaku memaksa bayi menenggak air ramuan yang dicampur," lanjutnya.

Ide membunuh bayi itu diketahui pertama kali muncul dari pelaku MA.

MA takut hubungan gelapnya terbongkar lantaran banyak omongan para tetangga bahwa wajah korban mirip dirinya.

Ia lalu membujuk AO supaya mau menghabisi nyawa korban.

Mayat Ditinggal di Rumah Mertua

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Warni yang merupakan nenek korban atau mertua dari AO.

Warni sendiri awalnya tak menyadari bahwa cucunya KSC yang baru berusia 9 bulan itu sudah meninggal dunia saat dititipkan di rumahnya.

Ia baru tersadar cucunya itu telah meninggal dunia ketika melihat kondisi tubuh sang bayi yang sudah berubah warna, mulai dari bibir hingga bagian tubuh yang lain.

Baca juga: Sosok Pembunuh Bayi 9 Bulan yang Dititipkan di Rumah Neneknya, sang Ibu Selingkuh sejak Hamil

Seusai menitipkan anaknya, AO langsung pergi dari rumah mertuanya.

AO pada saat itu berpesan kepada mertuanya untuk menitipkan KSC selama satu malam.

"Umurnya sembilan bulan. Niatnya mau dititipin semalam," beber Warni, Minggu (7/2/2021).

Sebelum datang ke rumah Warni, AO lebih dulu pamit ingin pergi ke rumah sang kakak di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

"Pamitnya kan ke rumah saudara. Nah, ini pulang malam, jam 12," ujar Warni.

Warni bercerita, ketika ada di rumahnya, AO nampak aneh berjalan bolak balik sambil menggendong KSC.

"Saya bilang, anak kok diewer-ewer (dibawa mondar-mandir). Terus anaknya ditidurin di kamar depan," kata Warni.

Setelah meletakkan sang anak di kasur, AO pamit ke Warni hendak pergi menemui saudara sebentar.

"Sempat saya tegur, 'Mau ke mana lagi?' Katanya mau ke depan sebentar mau nemuin saudara. Tapi sampai sekarang enggak balik," ungkap Warni.

Warni tersadar cucunya itu telah meninggal ketika cucu pertamanya atau kakak korban menangis.

"Cucu saya yang meninggal ini nomor dua. Nah, kakaknya umur empat tahun ini nangis. Katanya adiknya diem aja," ujarnya, Minggu (7/2/2021).

Warni pun tersadar saat dibawa oleh ibunya tadi, KSC diam saja tak menangis.

Padahal biasanya KSC kerap menangis ketika hendak dibaringkan di kasur.

"Waktu dibawa ke sini enggak nangis. Padahal kalau mau ditidurin aja nangis," tuturnya.

Ia lalu bergegas mengecek kondisi cucunya di kamar.

Nampak bibir KSC sudah membiru.

"Ini badannya sudah keras. Kakaknya nangis, takut lihat adiknya. Mulutnya biru, dada sama perut pada biru juga," ungkap Warni.(TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari tribunlampung.co.id dengan judul Misteri Bayi Tak Bernyawa Dititipkan ke Rumah Nenek, sang Ibu Tak Kunjung PulangTak Sadar Cucunya Sudah Meninggal, Warni: Mulutnya Biru, Badannya Keras, Feri Menduga sang Istri Mondar-mandir Sambil Gendong Bayinya yang Sudah Meninggal, Bayi Sembilan Bulan di Bandar Lampung Dibunuh Ibu Kandung karena Disebut Mirip Selingkuhan, dan Pembunuhan Bayi Sembilan Bulan di Bandar Lampung Dilakukan Secara Sadis, 2 Pelaku Pembunuhan Bayi Sembilan Bulan di Bandar Lampung Terancam Hukuman Mati

Sumber:
Tags:
PembunuhanBandar LampungBayiPerselingkuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved