Terkini Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Aktif Mengkritik, Rocky Gerung: Sementara Buzzernya Masih Terus Membully
Pengamat Politik Rocky Gerung tanggapi pernyataan dari Presiden Jokowi yang meminta masyarakat supaya lebih aktif untuk menyampaikan kritik pemerintah
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung tanggapi pernyataan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat supaya lebih aktif untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah.
Pernyataan dari Jokowi tersebut disampaikan saat memberikan pidato dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021).
Dilansir TribunWow.com dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa (9/2/2021), Rocky Gerung menilai apa yang disampaikan Jokowi hanyalah sebatas ucapan saja.
Baca juga: Sufmi Dasco Pertemukan Natalius Pigai-Abu Janda, Rocky Gerung: Mestinya Rizieq Shihab dengan Jokowi
Baca juga: Kaitkan Pidato Prabowo dengan Jokowi, Effendi Ghazali: Jadi Ini Bagus, Balance
Selain itu, Rocky Gerung juga menilai ada pengecualian atas ucapan Jokowi tersebut.
"Jadi sebetulnya sinyal dari Presiden Jokowi, silahkan beri kritik pada kami kecuali dari kalangan radikal," ujar Rocky Gerung.
"Jadi Presiden Jokowi, kupingnya dua-duanya hanya ingin mendapatkan kritik yang ujungnya adalah memuji," katanya.
Menurutnya, pernyataan Jokowi yang meminta masyarakat kurang sesuai dengan konteks waktu, tempat dan acaranya.
"Kalau dia konsisten yaudah dia bicara di depan publik, di belakangnya ada pimpinan-pimpinan tinggi negara dan diumumkan bahwa tahanan politik tidak boleh diadili harus segera dibubarkan," ungkapnya.
Rocky Gerung lantas mencontohkan kondisi kontras yang terjadi di Tanah Air.
Ia menyinggung masih banyaknya buzzer yang menyerang kepada mereka yang memberikan kritik kepada pemerintah.
Termasuk juga masih adanya perlakukan hukum kepada oara pelaku kritik.
Baca juga: Susi Pudjiastuti Luruskan soal Debatnya dengan Ferdinand Hutahaean pada Cuitan Jokowi
"Sementara buzzernya masih melakukan pem-bully-an, sementara sistem peradilan kita tidak bisa dipercaya sebagai imparsial," terang Rocky Gerung.
"Sementara penangkapan-penangkapan poltisi, ulama, segala macam, hanya mengucapkan kritik juga bertambah justru," imbuhnya.
"Jadi apa poinnya? Enggak ada apa-apa itu," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke-7.48
Rocky Gerung Minta Rizieq Shihab Dipertemukan dengan Jokowi
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco ikut terlibat dalam pertemuan antara Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai dengan Permadi Arya alias Abu Janda.
Kepastian tersebut diketahui dari unggahan Twitter pribadi Sufmi Dasco yang memperlihatkan foto ketiganya, pada Senin (8/2/2021).
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Rocky Gerung meminta hal sama juga harusnya dilakukan kepada Habib Rizieq Shihab dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Di Pertemuan Natalius Pigai-Abu Janda Ada Orangnya Prabowo Subianto: Perkuat Diri Membangun Negeri
Baca juga: Akui Cuitan Abu Janda Rasis, Natalius Pigai Tetap Bela Permadi Arya di Hadapan Hukum, Ini Katanya
Bahkan menurutnya, pertemuan antara Rizieq Shihab dengan Jokowi dirasa lebih penting.
Sebagaimana diketahui, pihak Rizieq Shihab mengklaim sudah berkali-kali mengajak pemerintah atau Jokowi untuk melakukan pertemuan dengan tujuan rekonsiliasi.
Hanya saja ajakan dari Rizieq Shihab ditolak oleh pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
"Harusnya Pak Dasco itu lakukan langkah yang pararel, yaitu pertemukan ajak makan di meja yang sama Habib Rizieq dengan Presiden Jokowi," ujar Rocky Gerung, dalam kanal YouTubenya, Selasa (9/2/2021).
"Kan dia lebih bermusuhan lebih berat," imbuhnya.
Dirinya juga membandingkan persoalan antara Abu Janda dan Natalius Pigai dengan Rizieq Shihab dan Jokowi atau pemerintah.
Ia mengatakan bahwa harusnya yang dipertemukan adalah Rizieq Shihab dengan Jokowi bukan Abu Janda dengan Natalius Pigai.
"Permusuhan Abu Janda dengan Pigai itu kan permusuhan karena soal HAM," kata Rocky Gerung.
"Dan itu seharusnya tidak diselesaikan di meja makan, soal HAM enggak boleh diselesaikan di meja makan," jelasnya.
"Kalau soal politik bisa itu."
Baca juga: Alasan KNPI Tak Cabut Laporan Abu Janda meski Pigai Minta Damai, Singgung Elit Politik Terlibat
Rocky Gerung menegaskan untuk urusan HAM tidak bisa diselesaikan atau didamaikan semudah dengan menggelar pertemuan.
Namun harus melalui proses hukum.
Oleh karenanya ia masih mempertayakan apa alasan dan tujuan ada seorang Sufmi Dasco dalam pertemuan antara Natalius Pigai dengan Abu Janda.
"Jadi mustinya yang dipertemukan oleh saudara Dasco sebagai partai pendukung pemerintah yaitu Habib Rizieq dengan Jokowi," ungkapnya.
"Itu musuh politik, itu yang musti didamaikan, HAM tidak bisa didamaikan, kalau didamaikan boleh melakukan hal yang sama nanti. Itu prinsipnya," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Abu Janda tengah berurusan dengan Bareskrim Polri.
Dirinya menjadi terlapor dalam kasus dugaan ujaran kebencian kepada Natalius Pigai.
Namun pelaporan Abu Janda bukan dilakukan oleh Natalius Pigai itu sendiri, melainkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Kamis (28/1/2021). (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengamat-politik-rocky-gerung-dan-presiden-joko-widodo-jokowi.jpg)