Breaking News:

Terkini Nasional

Komentari Cuitan Ekonom yang Bandingkan Era Jokowi dan Orde Baru, Refly Harun: Saya Juga Agak Takut

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengomentari cuitan yang diunggah ekonom Kwik Kian Gie, terkait beda pemerintahan saat ini dan Orde Baru.

YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun membahas soal cuitan ekonom Kwik Kian Gie, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengomentari cuitan yang diunggah ekonom senior Kwik Kian Gie.

Sebelumnya, Kwik Kian Gie menulis cuitan yang membandingkan pemerintahan saat ini dengan masa Orde Baru.

Ia menyebut, di masa Orde Baru lebih bebas berpendapat dibandingkan di era pemerintahan saat ini.

Ternyata, hal serupa juga dirasakan Refly Harun.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, buka suara soal isu kudeta Partai Demokrat yang menyeret nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, Sabtu (6/2/2021).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, buka suara soal cuitan Ekonom Kwik Kian Gie, Senin (8/2/2021). (YouTube Refly Harun)

Baca juga: Refly Harun Sebut Peluang Moeldoko di Pilpres 2024 Besar jika Pimpin Demokrat: Istana akan Sesak

Baca juga: Refly Harun Bongkar Risiko yang Dihadapi AHY jika Demokrat Dikudeta: Jadi Bukan Siapa-siapa Lagi

Pernyataan itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (7/2/2021).

"Sama, saya juga agak takut-takut," kata Refly.

"Tapi karena kewajiban etis sebagai akademisi kita sampaikan."

Meski membebaskan siapa pun berpendapat, menurut Refly, yang terjadi saat justru sebaliknya.

Ia menyebut, pemerintahan saat ini seolah bertindak otoriter.

"Kalau dulu pasti kita tidak bisa bandingkan era Orde Baru adalah sebuah era yang jauh lebih tertinggal dalam hal kebebasan sipil dibandingkan sekarang," ujar Refly.

"Era sekarang kekebasan sipil jauh lebih baik."

"Tapi belakangan ini mulai ada gejala otoritarianisme."

"Itu soalnya, jadi arah ke otoritarianisme itu semakin menguat." sambungnya.

Baca juga: Abu Janda Ngaku Dapat Bayaran Besar saat Jadi Buzzer Jokowi, Refly Harun: Uangnya dari Mana?

Ia lantas menyinggung soal toleransi kebebasan berpendapat.

Tak hanya itu, Refly juga turut menyebut sejumlah hal lain yang menunjukkan pemerintahan yang otoriter.

"Ditandai dengan makin tak bisa ditoleransi perbedaan pendapat," ucap Refly.

"Yang kedua, penegakan hukum yang tebang pilih."

"Dan yang ketiga, ada kecenderungan kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang di-endorse oleh kekuasaan menggunakan penegak hukum untuk membidik orang yang berseberangan."

"Masalahnya kita harus melihat dari negara, kecenderungannya negara membiarkan saja," sambungnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit awal:

Cuitan Kwik Kian Gie

Pada Sabtu (6/2/2021), ekonom senior Kwik Kian Gie menuliskan cuitan dalam akun Twitter-nya @kiangiekwik.

Ia menyebut, saat ini takut berpendapat di ruang publik.

Kwik Kian Gie pun menyinggung soal banyaknya buzzer yang menyerang pihak yang mengkritik pemerintah.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yg berbeda dng maksud baik memberikan alternatif.

Langsung saja di-buzzer habis2an, masalah pribadi diodal-adil. Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas.

Kritik2 tajam. tidak sekalipun ada masalah," tulisnya.

Baca juga: Singgung Sikap PKS dan PAN, Refly Harun: Mengapa Kemudian Demokrat Harus Diambil Alih? 

Cuitan tersebut bahkan turut dikomentari oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Susi menuliskan dukungan untuk Kwik Kian Gie.

"Im with Pak Kwik," tulis akun @susipudjiastuti.

Cuitan Kwik Kian Gie itu juga menuai banyak reaksi netizen.

Sejumlah netizen bahkan tampak mengkritik balik Kwik Kian Gie.

Sebagai balasan, Kwik Kian Gie lantas kembali mengomentari netizen yang meninggalkan tulisan di akun Twitter-nya.

"Iya juga, lupa medsos memberi kebebasan total dan mutlak. Memang saya sudah kakek.

Tapi banyak yg memuji Mahatir Muhammad. Maka saya akan brenti mbacot dulu sambil mikir keras. Idee yg bagus juga nulis Diary," tulisnya.  (TribunWow.com)

Tags:
Refly HarunJokowiOrde BaruKwik Kian Gie
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved