Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ingatkan Moeldoko Dapat Jabatan karena Jasa SBY, Eks KSP: Kalau Suka, Bisa Ditawarin ke Demokrat

Mantan staf KSP Bambang Beathor Suryadi menganalisis pernyataan Kepala KSP Moeldoko yang terseret dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
twiter @umarHsb75
Kepala Staf Presiden Moeldoko bertemu Presiden ke-6 SBY 

TRIBUNWOW.COM - Mantan staf Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Bambang Beathor Suryadi, menganalisis pernyataan Kepala KSP Moeldoko yang terseret dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Minggu (7/2/2021).

Diketahui, pihak Demokrat mengungkapkan dugaan isu penggulingan para petingginya yang direncanakan 5 tokoh, termasuk Moeldoko.

Mantan Staf KSP, Bambang Beathor Suryadi dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (8/2/2021). Bambang sebut Moeldoko sebagai korban dalam isu kudeta Partai Demokrat.
Mantan Staf KSP, Bambang Beathor Suryadi dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (8/2/2021). Bambang sebut Moeldoko sebagai korban dalam isu kudeta Partai Demokrat. (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Herzaky Klaim Ada Aliran Uang di Pertemuan Kader Demokrat dengan Moeldoko, Segini Besarannya

Moeldoko juga diisukan tengah membidik pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Menanggapi hal itu, Bambang menilai Moeldoko bisa saja dikorbankan oleh orang lain demi menggoyang Demokrat.

"Saya melihatnya begini. Bisa saja Moeldoko juga adalah korban dari permainan politik dari orang-orang yang ingin mengganggu Demokrat," komentar Bambang Beathor Suryadi.

Ia menyinggung video pernyataan Moeldoko yang menyebutkan dirinya tidak berambisi menjadi calon presiden di 2024.

"Kalau saya baca berulang-ulang dari video (klarifikasi) Pak Moeldoko, dia sebenarnya tidak pernah bicara 2024," lanjut Bambang.

Meskipun begitu, Bambang mengingatkan dinamika politik sangat cair sehingga bisa saja seseorang ditempatkan dalam posisi tertentu tanpa diduga.

Ia memberi contoh kedekatan Moeldoko dengan pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tapi namanya politik, kadang-kadang rezeki itu datang," singgung Bambang.

"Kita bisa lihat. Moeldoko jadi panglima TNI itu karena SBY. Moeldoko jadi Kepala KSP juga karena tawaran SBY," lanjut dia.

Baca juga: Beredar Isu Moeldoko Minta Jabatan ke SBY Jadi Ketum Demokrat, Marzuki Alie Ngaku Namanya Terseret

Berdasarkan fakta tersebut, tidak menutup kemungkinan SBY menarik Moeldoko ke partainya.

"Kemungkinan kalau SBY memang suka sama Moeldoko, dia tawarin saja ke Demokrat 'kan bisa saja. Orang mereka berkawan, itu urusan mereka," terang Bambang.

Meskipun begitu, Bambang meyakini Moeldoko tidak memiliki niat mengajukan diri dalam kontestasi politik 2024.

Halaman
123
Tags:
MoeldokoSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)Kantor Staf Presiden (KSP)Partai DemokratTribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved