Isu Kudeta Partai Demokrat
Bahas Sumbangsih AHY hingga Muncul Isu Kudeta Demokrat, Pengamat: Ditarik Pak SBY, Kalah Pula
Dosen Sosiologi Politik Universitas Indonesia (UI) Arief Munandar menganalisis pandangan internal Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Dosen Sosiologi Politik Universitas Indonesia (UI) Arief Munandar menganalisis pandangan internal Partai Demokrat terhadap ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui kanal YouTube Bang Arief, diunggah Sabtu (6/2/2021).
Diketahui AHY mengumumkan adanya upaya kudeta dari luar dan dalam partainya.

Baca juga: Ingatkan Moeldoko Dapat Jabatan karena Jasa SBY, Eks KSP: Kalau Suka, Bisa Ditawarin ke Demokrat
Arief kemudian menyoroti bagaimana faktor kepemimpinan tertinggi partai menyatukan perpecahan dan berbagai kepentingan dalam tubuh partai.
"Faktor yang paling berpengaruh itu adalah faktor leadership, kepemimpinan," papar Arief Munandar.
"Sejauh mana pemimpin partai itu bisa menjalankan peran sebagai solidarity and solidity maker, pihak yang membangun solidaritas dan soliditas," lanjut dia.
Ia menerangkan seorang pemimpin partai harus mampu membangun kepercayaan dan respek dari bawahannya.
Hal ini dapat dilakukan secara efektif melalui banyak sarana formal dan informal, dengan tujuan meningkatkan intensitas interaksi para kader.
"Ini akan memperkuat soliditas. Bahasa agamanya itu ketika orang banyak bersilaturahmi itu akan jauh lebih kuat hubungan batin antara satu dengan yang lain," kata Arief.
Seorang pemimpin juga harus secara sistematis menyuarakan dengan lantang nilai-nilai partai dan menjadi contoh utama.
Arief menduga banyak pihak yang memandang AHY sebelah mata karena dianggap anak muda yang tidak tahu apa-apa.
Baca juga: Kader Demokrat di Daerah Disebut Ingin Mengganti Kepemimpinan AHY, Herzaky Bela AHY: Tuai Apresiasi
"Dalam hal memimpin partai, beberapa pihak baik internal maupun eksternal yang punya agenda rencana membajak Demokrat untuk kepentingan mereka, bisa jadi memandang AHY dengan sebelah mata," singgung pengamat politik ini.
"'Anak muda, anak kecil. Gampanglah itu'. Ini nih, yang (harus) hati-hati," Arief mengingatkan.
Tidak hanya itu, AHY baru-baru ini saja terjun ke dunia politik.
Berbeda dengan ayahnya yang juga sekaligus mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).