Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Saat Ruhut Sitompul Tertawa Dengar Jawaban Rocky Gerung atas Sikap Jokowi soal Kudeta Demokrat

Politisi PDIP, Ruhut Sitompul tertawa mendengar jawaban dari pengamat politik Rocky Gerung terkait isu gerakan kudeta terhadap kepemimpinan Demokrat.

Capture YouTube iNews
Ruhut Sitompul menanggapi sindiran Rocky Gerung saat membahas isu kudeta Partai Demokrat, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul tertawa saat mendengar jawaban dari pengamat politik Rocky Gerung terkait isu gerakan kudeta terhadap kepemimpinan Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, terkait isu tersebut, keduanya lalu memperdebatkan soal keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan juga Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu sendiri.

Momen tersebut terjadi dalam acara iNews Room, Jumat (5/2/2021).

Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul disebut atau diibaratkan sebagai tukang mangga namun ngomongin duren oleh pengamat politik Rocky Gerung, dalam acara iNews Room, Jumat (5/2/2021).
Politisi PDI Perjuangan Ruhut Sitompul disebut atau diibaratkan sebagai tukang mangga namun ngomongin duren oleh pengamat politik Rocky Gerung, dalam acara iNews Room, Jumat (5/2/2021). (Youtube/Official iNews)

Baca juga: Ruhut Sebut Demokrat Membalikan Cerita soal Kudeta, Sebut Ada Kader yang Minta Moeldoko Gantikan AHY

Baca juga: Reaksi Ruhut Sitompul Diibaratkan Rocky Gerung Tukang Mangga Ngomongin Duren soal Kudeta Demokrat

Dalam kesempatan itu, Ruhut awalnya memastikan bahwa persoalan kudeta Demokrat hanya merupakan masalah internal partai.

Sehingga menurutnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan Presiden Jokowi.

Terlebih, Ruhut menyakini bahwa Jokowi bukan sosok yang suka ikut campur dalam permainan politik.

"Saya kebetulan dekat sama Pak Joko Widodo, beliau itu orang yang enggak mau mencampuri yang begitu-gitu kok," ujar Ruhut.

"Karena itu secara tegas Mensesneg kita Profesor Pratikno mengatakan itu urusan internal jadi Pak Presiden enggak ikut mencampuri itu," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Rocky Gerung memiliki pandangan berbeda.

Meski sudah diwakilkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Rocky Gerung menilai apa yang disampaikan itu belum tentu mewakili Jokowi.

"Ya enggak tahu Pak Pratikno sudah ngomong sama Presiden apa belum, atau inisiatif sendiri, kan gak ada yang tahu," kata Rocky Gerung.

"Kan surat itu ditunjukkan kepada Presiden, yang mesti jawab ya Presiden," sambungnya.

Baca juga: Bantah sebagai Masalah Internal, Sekjen Demokrat Contohkan Kasus Megawati dan PDI soal Kudeta Partai

Mendengar jawaban Rocky Gerung, Ruhut justru tertawa.

Menurutnya, apa yang disampaikan Pratikno selaku Menseseg tentu meneruskan apa yang dikatakan oleh Jokowi.

Hanya saja, Ruhut tidak bisa menyalahkan pemikiran dari Rocky Gerung yang dikenal memang sudah menjadi ciri khas.

"Memang Rocky Gerung ini," kata Ruhut.

Lebih lanjut, jikapun memang mewakili Jokowi, Rocky Gerung tetap mempertanyakan jawabannya.

Pasalnya dalam jawaban yang disampaikan Pratikno justru bukan sebuah jawaban.

"Iya musti disebutkan menurut Bapak Presiden tidak perlu dijawab, Pak Pratikno mustinya mengucapkan apa yang dikatakan Pak Presiden, bukan yang dipikirkan orang lain," ungkap Rocky Gerung.

"Iya tidak perlu menjawab, artinya Presiden mengatakan iya terlibat atau iya tidak terlibat," jelasnya.

"Jawabannya apa, soalnya yang ditanyakan terlibat enggak Pak Moeldoko, jawabnnya enggak perlu dijawab. Ini apa?."

Simak videonya mulai menit ke- 13.20:

Ruhut Sebut Demokrat Membalikan Cerita soal Kudeta

Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul menyebut Partai Demokrat membalikan cerita soal adanya gerakan mengudeta pimpinan partai.

Dilansir TribunWow.com, Ruhut menilai bahwa persoalan awal dari kudeta tersebut adalah dari Demokrat itu sendiri.

Hal itu diungkapkannya dalam acara iNews Room, Jumat (5/2/2021).

Oleh karenanya, ia meminta kepada Demokrat untuk menyelesaikan masalah internalnya, bukan malah melempar isu pada pihak ekternal.

Baca juga: Jokowi Tak Balas Surat AHY, Sekjen Teuku Riefky: Partai Demokrat Tidak Bermaksud Melawan Negara

"Ini sekarang membalikan cerita, orang luar mencawe-cawe atau menganggu Demokrat, padahal ini masalah di dalam," ujar Ruhut.

"Selesaikan di dalam, mereka yang bawa keluar."

Ruhut mengatakan masalah internal di Demokrat dibuktikan dengan adanya kader-kader yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dirinya pun mengaku menjadi orang yang menerima aduan dari kader Demokrat yang tidak puas tersebut.

Tak memungkiri, ia bahkan mengaku diminta bantuan untuk mengajak Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko supaya bisa memimpin Demokrat.

"Bahkan sebagian dari mereka datang ke saya 'Bang kami mau KLB (Konferensi Luar Biasa)' begitupun juga ke Pak Moeldoko," ungkap Ruhut.

"Bahkan mereka bilang 'Kan abang dekat dengan Pak Moeldoko, biar Pak Moeldoko saja, biar naik ini partai, dia menjadi ketua umum," jelasnya.

"Ada, kader-kader itu."

Baca juga: Kata Pengamat soal Istana Tak Jawab Surat AHY, Nilai Isu Kudeta Demokrat Bisa Terus Menyerang Jokowi

Terbaru, Ruhut menyinggung soal adanya bentuk dukungan dari relawan AHY di Pilgub DKI kepada Moeldoko

"Tadi di medsos ada relawan kader Demokrat juga ramai-ramai mendukung Pak Moeldoko, beliau padahal orang-orang Pak AHY waktu Pilgub," kata Ruhut.

Lebih lanjut, Ruhut mengingatkan bahwa Demokrat adalah partai besar dan solid, sehingga tidak perlu takut dengan intervensi dari luar. 

"Jujur partai-partai yang ada icon-nya, seperti partai saya PDIP ada Ibu Mega, Demokrat ada Pak SBY, begitu juga Nasdem ada Surya Paloh, juga Pak Prabowo di Gerindra," terangnya.

"Orang tahunya yang partai-partai begini solid, kompak." (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Ruhut SitompulKudetaPartai DemokratRocky GerungMoeldoko
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved