Isu Kudeta Partai Demokrat
Soroti Gerak-gerik Moeldoko, Andi Mallarangeng: Demokrat Ini Lagi Seksi, Mau Diambil Alih
Andi Mallarangeng menyebut ada pihak yang ingin mengambil alih Partai Demokrat karena kini popularitas Demokrat tengah baik.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Nama Partai Demokrat saat ini tengah menjadi sorotan publik seusai ramai isu kudeta Partai Demokrat yang disebut-sebut melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menganggap saat ini Partai Demokrat tengah seksi sehingga ada pihak yang ingin mengambil alih.
Andi menyebut Partai Demokrat sedang seksi lantaran kini partai tersebut memiliki popularitas yang cukup baik berdasarkan data dari lembaga-lembaga polling.

Baca juga: Ahmad Yahya Terima Keluhan Kader Demokrat Wajib Iuran di Era AHY, DPP Bantah: Mendingan Belajar Lagi
Pernyataan itu disampaikan Andi dalam acara SAPA INDONESIA MALAM, Rabu (3/2/2021).
Mulanya Andi menjawab soal isu Partai Demokrat menjadi partai dinasti.
Ia tegas menyatakan Partai Demokrat bukanlah partai dinasti.
Andi lalu mengungkit nama-nama tokoh yang pernah menjadi Ketum Demokrat, mulai dari Subur Budhisantoso, Hadi Utomo, Anas Urbaningrum, hingga kini dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Bahwa sekarang kader terbaik itu namanya AHY, Agus Harimurti Yudhoyono," kata Andi.
Andi juga mengungkit soal popularitas AHY adalah yang tertinggi dibandingkan kader Demokrat yang lain.
Kemudian Andi baru membahas soal tingkat popularitas Partai Demokrat.
"Sekarang ini polling Partai Demokrat lumayan, semua lembaga polling mengatakan 11-12 persen," kata Andi.
"Jadi Demokrat ini lagi seksi mau diambil alih."
Ia lalu menyinggung soal aksi Moeldoko yang dituding ingin mengambil alih kekuasaan Demokrat dari AHY.
"Pak Moeldoko itu seingat saya di Hanura kalau tidak salah," kata Andi.
"Kok tiba-tiba mau jadi Ketua Umum di Partai Demokrat, mestinya ambisi Beliau jadi Ketua Umum di Hanura."
"Makannya Demokrat lagi seksi," ujar Andi.
Moeldoko sendiri sudah menyatakan diri mundur dari Partai Hanura karena ingin konsentrasi mengemban amanah sebagai Kepala KSP.
Ungkap Obrolan Moeldoko di Hotel
Pada segmen sebelumnya, Andi mengungkit soal pertemuan sejumlah eks kader, kader Demokrat dengan Moeldoko di Hotesl Aston Rasuna Jakarta.
Ia mengatakan dari ratusan DPD dan DPC yang diundang ke Jakarta, yang akhirnya datang hanya sembilan orang plus satu orang dari DPP.
"Yang ditelepon ada banyak tapi yang datang kalau tidak salah cuma sembilan orang," kata Andi.
Andi mengatakan, para kader Demokrat yang datang tidak mengetahui jika di sana akan membicarakan soal KLB.
"Datang karena diiming-imingi mau dapat bantuan untuk penyaluran bencana, dan Covid, termasuk juga krisis ekonomi dan sebagainya," ujarnya.
"Kemudian bicaranya soal KLB dan siap-siap untuk mengambil alih Ketua Umum Partai Demokrat untuk tujuan calon presiden pada Pemilu 2024."
Andi mengatakan, pihak Demokrat tidak mempermasalahkan jika obrolan KLB terjadi dalam internal partai.
Ia menyoroti keterlibatan Moeldoko selaku pihak eksternal yang ia anggap sebagai intervensi dari pemerintah.
"Ini gaya orde baru," ujar Andi.
Andi lalu menyinggung bagaimana pemerintahan di Orde Baru (orba) melakukan intervensi terhadap parpol.
Baca juga: Sudah WhatsApp SBY, Marzuki Alie Minta Semua Kader Demokrat yang Memfitnahnya Disanksi
Moeldoko Bantah Mengundang
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko kembali buka suara soal isu mengambil alih kekuasaan Partai Demokrat secara paksa.
Awalnya ia mengaku ada sejumlah eks kader Demokrat yang bertamu ke rumahnya.
Namun pihak Demokrat mengatakan lokasi pertemuan sebenarnya terjadi di Hotel Aston Rasuna, Jakarta.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Moeldoko mengakui memang ada pertemuan di hotel-hotel.
Hal itu diakui Moeldoko saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (3/2/2021).
"Beberapa kali loh masanya. Ya ada di hotel ada di mana-mana. Engga terlalu penting lah," kata Moeldoko.
Moeldoko menegaskan pada pertemuan-pertemuan itu dirinya bukanlah pihak yang mengundang.
"Intinya aku datang diajak ketemu wong saya biasa di kantor saya itu setiap hari menerima orang, menerima berbagai kelompok di kantor saya," katanya.
Mantan Panglima TNI itu merasa tidak ada yang aneh soal adanya pertemuan di hotel.
"Jadi apa yang salah? apa mau pertemuan di mana hak saya. ngapain ikut campur? gitu," katanya.
Terkait sejumlah nama yang diungkit oleh pihak Demokrat seperti Johny Allen hingga Nazarudin, Moeldoko mengaku tidak tahu.
"Saya enggak peduli itu siapa, wong saya itu hanya datang, ngobrol saja," katanya.
Baca juga: Respons Moeldoko saat Ditanya soal Surat AHY pada Jokowi: Orang Ngopi-ngopi, Masa Lapor Presiden
Simak video selengkapnya mulai menit ke-5.25:
(TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul Moeldoko Akui Pertemuannya dengan Anggota dan Eks Anggota Demokrat Berlangsung di Hotel dan Rumah