Terkini Daerah
Motif Pria di Batam Aniaya Istri hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Diberi Uang buat Beli Sepatu
Supriadi (32), pelaku KDRT yang menyebabkan istri kehilangan nyawa, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Barelang.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria di Batam tega membunuh istrinya karena masalah sepele.
Dikutip dari Kompas.com, pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan istri kehilangan nyawa bernama Supriadi (32).
Pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polres Barelang.
Warga Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), itu mengakui perbuatannya mencekik dan menenggelamkan kepala istrinya ke baskom hingga korban tewas.
Baca juga: Alasan Demokrat Surati Jokowi terkait Kelakuan Moeldoko, Andi Mallarangeng: Prosedur dari Pak Lurah?
Kejadian nahas itu berlangsung pada Selasa (2/2/2021).
Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Juwita Oktaviani melalui telepon membenarkan atas kejadian ini dan mengatakan saat ini pelaku sudah ditangani unit PPA Satreskrim Polresta Barelang.
“Kejadiannya sore kemarin dan pelaku mengakui semua perbuatannya,” kata Juwita melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/2021).
Ia mengatakan belum mengetahui secara pasti apa penyebab hingga pelaku tega menghabisi nyawa istrinya sendiri secara keji.
Motif
Namun, menurut pengakuan sementara pelaku, kejadian ini dilatarbelakangi karena kesal dengan sang istri.
“Alasannya si karena kesal, namun kasus ini masih didalami unit PPA,” jelas Juwita.
Baca juga: Peraturan Baru, Seluruh Sertifikat Tanah Asli Bakal Ditarik ke Kantor BPN, Ini Penjelasannya
Dikatakan Juwita, berdasarkan cerita pelaku, berawal dari cekcok rumah tangga perihal sepatu kerja, ketika pelaku sempat meminta uang sehari sebelum kejadian kepada korban untuk membeli baju dan sepatu kerja.
Namun, korban enggan memberikan uang dengan alasan tidak memiliki uang.
Tidak sampai di situ, keesokan harinya pelaku kembali mencoba untuk meminta uang untuk membeli baju dan sepatu, tetapi lagi-lagi korban mengaku tidak memiliki uang.
“Karena tidak juga dikasih, pelaku kesal dan mencari uang yang disimpan istriya. Ternyata uang tersebut berhasil ditemukan di dalam lemari, tetapi seketika uang itu dirampas korban, dari sanalah terjadi tindakan kekerasan hingga menewaskan korban,” terang Juwita.
Baca juga: Satu Keluarga Komplotan Copet di Surabaya Ditangkap, Polisi Ungkap Peran Setiap Pelaku saat Beraksi