Isu Kudeta Partai Demokrat
Mantan Demokrat, Ferdinand Hutahaean Benarkan Nama Dalang Kudeta Sejak Dulu, Benar Ada Nazarudin?
Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengakui kebenaran adanya gerakan ambil alih Partai Demokrat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
"Kalau dulu kelompok ini mengatasnamakan diri sebagai deklarator partai," kata dia.
"Mereka melakukan upaya-upaya bagaimana mendongkel Mas AHY."
"Bagi saya ini sesuatu yang tidak patut diladeni berlebihan."
Masih menurut Ferdinand, posisi AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat tak mudah direbut.
Ia mengatakan, selama ini pengaruh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat begitu besar.
"Karena Mas AHY ketua umum partai yang terpilih dari aklamisi, bukan kompetisi."
"Jadi posisi Mas AHY di bawah sangat mengakar, dan kader Partai Demokrat di bawah sangat menjunjung tinggi nama Pak SBY," tukasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.00:
Komentar M Qadari
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qadari buka suara soal isu kudeta Partai Demokrat.
Setelah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan gerakan kudeta, M Qadari menduga hubungan Demokrat dan PDIP akan kembali memanas.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (1/2/2021).
"Ini akan menimbulkan ketegangan baru antara biru dengan merah," ujar M Qadari.

Baca juga: Sosok Moeldoko, Dekat dengan SBY dan Pramono Edhie, Kini Dituding Terlibat Gerakan Kudeta Demokrat
Baca juga: Soal Tudingan Orang Dekat Jokowi Terlibat Rencana Kudeta Demokrat, Djarot: Dibuktikan Saja
Menurutnya, ketegangan politik ini tak seharusnya diungkap di masa pandemi Covid-19.
Karena itu, ia pun kembali mengungkit persaingan di Pilpres 2004 lalu.