Isu Kudeta Partai Demokrat
Fakta Hubungan Moeldoko dan SBY, dari Awal Dekat, Merenggang, hingga Tudingan Kudeta Partai Demokrat
Hubungan Moeldoko dengan Partai Demokrat yang dibesut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belakangan ini tengah memanas.
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadinya," kata dia.
Tulisan tersebut juga menyebut bahwa SBY menggunakan Bank Century untuk melakukan pencucian uang sebesar 12 miliar dollar AS.
Setelah protes dari Demokrat, artikel tersebut sempat hilang dari laman Asia Sentinel.
Kini artikel tersebut sudah bisa kembali diakses, namun sudah diperbarui dengan ditambahkan bantahan dari elite Demokrat.
Tak lama setelah itu Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengunggah foto yang menampilkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann.
Baca juga: Soal Lokasi Pertemuan dengan Anggota Demokrat, Moeldoko Akui Terjadi di Hotel hingga Rumah
Ia mempertanyakan apakah ada campur tangan Istana terkait pemberitaan Asia Sentinel yang dianggap memfitnah SBY.
Dalam foto itu Moeldoko tampak duduk di salah satu kursi yang berjajar di depan.
Kemudian di belakangnya ada beberapa orang yang berdiri.
Lin Neumann disebutkan berada di antara orang-orang yang berdiri tersebut Moeldoko pun mengklarifikasi foto yang diunggah Rachland.
Ia membeberkan cerita di balik fotonya bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann.
Moeldoko menceritakan, foto itu diambil pada 2 Mei 2018 lalu.
Saat itu, Moeldoko menerima Kadin Amerika yang bernama American Chamber of Commerce Indonesia (AmCham Indonesia).
Kebetulan, Lin Neumann merupakan ketua AmCham Indonesia dan pimpinan delegasi.
"Jadi AmCham itu ingin mendengar dari saya tentang perkembangan politik dan keamanan di Indonesia. Ya, saya jelaskan."
"Saya pastikan, sebagai mantan Panglima TNI yang mempunyai naluri sangat kuat melihat situasi, saya pastikan kepada mereka para pengusaha Amerika untuk tidak takut datang ke Indonesia," ujar Moeldoko.
Moeldoko mengatakan, tidak mengetahui Lin Neumann adalah sekaligus pemilik Asia Sentinel.