Terkini Nasional
Kontroversi Cuitan Abu Janda, Dianggap Jadi PR Kapolri Listyo hingga Disebut NU Tidak Tahu Islam
MUI menyebut, kasus dugaan ujaran rasisme yang dilontarkan oleh Abu Janda akan menjadi alat ukur masyarakat untuk menilai kinerja Kapolri Listyo Sigit
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Nama Abu Janda kini tengah menjadi sorotan publik karena dipolisikan atas dua kasus, yakni dugaan ujaran rasisme dan SARA.
Abu Janda yang dikenal sebagai pegiat media sosial itu dilaporkan atas dugaan rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai serta mencuitkan 'Islam arogan'.
Pria yang memiliki nama asli Permadi Arya itu kini menjadi target kritikan dari berbagai pihak, mulai dari anggota DPR RI hingga organisasi masyarakat (ormas).
Baca juga: 5 Fakta Kasus Rasisme Abu Janda, Disebut Kacaukan Pemerintahan Jokowi hingga Curhatan Natalius Pigai
Berikut adalah sejumlah pernyataan yang kontra atau tidak setuju terhadap tingkah yang dilakukan oleh Abu Janda.
Pak Permadi Sudah Menantang
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni ikut menanggapi sikap kontroversi yang dilakukan oleh Abu Janda.
Dilansir TribunWow.com, Ahmad Sahroni menilai sikap dari Abu Janda itu sebagai tatanan bicara yang tidak baik bagi umat Islam, khususnya di Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Sabtu (30/1/2021).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Sahroni awalnya menyinggung soal sikap dari Abu Janda setelah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Menurutnya, Abu Janda terkesan justru menyepelekan atau menganggap enteng atas laporan yang ditujukkan kepada dirinya tersebut dan seakan merasa tidak bersalah.
"Pak Permadi sudah menantang secara hukum tentang bagaimana menyikapi pelapor," ujar Ahmad Sahroni.
"Ini sudah melakukan anggap enteng dalam kapasitas hukum pidana."

Baca juga: Ungkap Alasan Polisikan Abu Janda, KNPI: Bikin Hancur Pemerintahan Pak Jokowi, Bikin Kacau
Terkait klarifikasi dari Abu Janda yang mengaku tidak bermaksud menyakiti hati umat Islam di Indonesia, Ahmad Sahroni tetap menilai apa yang dilakukannya itu sudah salah.
"Sekalipun Permadi menyatakan dia mengklarifikasi hal terkait apa yang disampaikan bahwa tidak menyinggung agama Islam secara umum, tapi mengatakan sebagai agama Islam yang dari Arab sana," katanya.
"Ini lebih salah lagi, karena dia menyebut status spesifikasi tentang agama Islam dari daerah atau negara tertentu," imbuhnya.
Lebih lanjut, dikatakan Ahmad Sahroni, kasus Abu Janda ini harus ditangani secara hukum.
"Tapi ini sudah menjadikan tatanan bicara yang tidak baik bagi umat Islam di Indonesia," tegasnya menutup.
PR Kapolri Baru
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengkritisi aksi yang dilakukan oleh Abu Janda.
Menanggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menilai hal ini akan menjadi PR besar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Kasus Abu Janda ini akan menjadi alat ukur bagi masyarakat luas dalam menilai kerja dan kinerja Kapolri yang baru," kata Anwar Abbas, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (29/1/2021).
"Untuk itu, kita tunggu dan lihat saja sikap dan tindakan dari Kapolri," lanjutnya.
Baca juga: Jadi Korban Rasisme, Natalius Pigai Mengaku Telah Biasa: Kalau Dihitung Sudah Mencapai Jutaan
Anwar menyinggung sejak lama Abu Janda telah menimbulkan kontroversi dan merusak citra pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kepolisian.
Menurut dia, banyak anggota masyarakat yang sudah memprotes dan menuntut Abu Janda diproses.
Meskipun begitu, Anwar menilai, kepolisian belum bertindak untuk mengusut Abu Janda.
"Karena umat dan masyarakat di mana-mana sudah berteriak-teriak meminta supaya Abu Janda ini karena pernyataan-pernyataannya yang meresahkan tersebut agar ditangkap dan diproses secara hukum," kata Anwar.
Disebut Tidak Tahu Islam
Pada beberapa kesempatannya, Abu Janda kerap mengafiliasikan dirinya sebagai bagian dari ormas Nahdlatul Ulama (NU).
Menanggapi aksi Abu Janda yang menuai kontroversi ini, Sekjen PBNU Helmy Faisal menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Janda tidak mewakili ormas NU.
Dikutip dari YouTube Kompastv, Helmy meminta publik tidak menilai suatu agama dari sejumlah oknum saja.
Baca juga: Ngotot Enggan Disebut Rasis, Abu Janda Terus Bicara hingga Ditegur, KNPI: Kayak Debat dengan Boneka
"Wah itu enggak ngerti Islam itu, masa ngomong gitu? Saya belum tahu persisnya," kata Helmy.
"Harus dibedakan antara agama dan orang."
"Kalau oknum dalam beragama itu di semua agama ada sehingga mencerminkan agama itu kejam, agama itu radikal dan seterusnya," sambungnya.
Helmy menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.
"Semua agama mengajarkan kepada kedamaian, kalau ada yang mengajarkan kekerasan itu oknum-oknum dari umat beragama itu," terang dia.
Kemudian soal pernyataan Abu Janda terhadap Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, Helmy tegas menyatakan bahwa ucapan Abu Janda tidak mewakili ormas Nahdlatul Ulama (NU).
"Itu tidak mewakili NU," tukasnya. (TribunWow.com/Anung/Elfan/Brigitta)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul Kapolri Jenderal Listyo Ditantang Tangkap Abu Janda, MUI: Masyarakat di Mana-mana Sudah Berteriak dan KNPI Sebut Abu Janda Sebagai Musuh Negara dan Sampah Masyarakat.