Terkini Daerah
Sosok 4 Remaja yang Layani Pria di Sunter, Suka Nongkrong di Kafe dan Punya Motif Penuhi Gaya Hidup
Demi memenuhi gaya hidup, membeli baju, pulsa, make-up, dan sebagainya, 4 gadis belia terlibat di dalam bisnis prostitusi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak empat gadis di bawah umur berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di sebuah kamar hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/1/2021).
Keempat anak-anak tersebut diamankan dalam kondisi tanpa busana bersama seorang pria dewasa yang tengah mencopot pakaiannya.
Menjadi korban bisnis prostitusi, keempat gadis belia itu awalnya sering bergaul di tempat-tempat hiburan malam serta kafe-kafe.

Baca juga: Kesaksian Polisi Pergoki Pria di Sunter Ngamar Bersama 4 Gadis ABG, Semuanya Sudah Tanpa Busana
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, fakta tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto.
Keempat gadis belasan tahun itu adalah D (17), F (15), A (15), dan AR (15).
"Perekrutannya sebenarnya ini antar pergaulan saja. Jadi mereka ini nongkrong di kafe-kafe, lalu mereka mendapat job dari muncikari untuk om-om, lalu mereka jalankan," kata Hadi di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Hermanoe menyoroti motif para gadis belia itu terlibat dalam bisnis prostitusi.
Henny menyebut, para gadis korban prostitusi itu ingin memenuhi gaya hidup.
"Mereka hanya ingin semua kebutuhan mereka bisa terpenuhi. Termasuk kebutuhan gadis remaja pada umumnya, seperti kebutuhan untuk membeli pakaian, mengisi pulsa, kemudian make-up, dan sebagainya," kata Henny di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).
"Itu menjadi kebutuhan yang memotivasi mereka untuk melakukan hal-hal yang ternyata memang bertentangan," sambungnya.
Selain keinginan untuk memenuhi gaya hidup, Henny juga menyoroti faktor lain seperti pergaulan dan peran orangtua.
"Dalam hal ini, LPAI juga meyakini bahwa apa yang dilakukan anak-anak lebih kepada anak-anak adalah korban-korban dari pergaulan. Korban dari orangtua yang mungkin mengabaikan kehadiran mereka, yang tidak terlalu peduli terhadap kehadiran mereka," papar Henny.
Henny mengatakan, LPAI kini akan berusaha memulihkan fisik dan psikis para remaja di bawah umur tersebut.
"Saat ini mereka benar-benar tidak memiliki rasa percaya diri. Mereka merasa bahwa mereka hina, bahwa mereka buruk, dan sebagainya. Upaya-upaya ini yang harus kami lakukan ke depan," tuturnya.
Keempat anak tersebut kini telah diserahkan kepada LPAI untuk proses pemulihan.
Baca juga: Terciduk di Kamar Hotel Bersama 4 Anak Tanpa Busana, Pria di Sunter Ngaku Mau Main Berlima