Terkini Daerah
Dapat 20 Persen Tarif, Mahasiswa Sidoarjo Tawarkan Gadis 15 Tahun Lewat Grup WA Beragam Kreasi JATIM
Seorang mahasiswa asal Waru, Sidoarjo berinisial AP (21) ditahan karena menjalankan bisnis prostitusi online gadis di bawah umur.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Seorang mahasiswa asal Waru, Sidoarjo berinisial AP (21) ditahan karena menjalankan bisnis prostitusi online gadis di bawah umur.
AP diketahui berstatus sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Surya TV, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Pria di Sidoarjo Tega Bunuh Kekasihnya Gara-gara Bau Sperma di Sofa, Sempat Kabur Bawa Mobil Korban
Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendi menyebut AP menawarkan jasa prostitusi melalui grup Facebook bernama Cewek Include Surabaya Sidoarjo dan grup WhatsApp (WA) bernama Beragam Kreasi JATIM.
Melalui grup tersebut, AP menawarkan jasa prostitusi gadis kenalannya yang berusia 15 tahun.
Menurut Zulham, pelaku berperan sebagai muncikari yang bersepakat dengan pelanggan.
Awalnya ia memasang penawaran di grup Facebook.
Jika ada pelanggan yang tertarik, AP melanjutkan percakapan di WhatsApp untuk membahas harga dan tempat pertemuan.
"Peran pelaku adalah perantara korban dengan konsumen melalui media sosial Facebook dan WA," kata AKBP Zulham Effendi.
Selain itu AP berperan mengantarkan korban ke pelanggan sesuai tempat yang awalnya disetujui.
"Kemudian mengirim foto yang bersangkutan atau foto korban. Apabila konsumennya berkenan, dia antarkan sampai tempat yang ditentukan," jelas Zulham.
Zulham mengungkap tarif yang ditawarkan sekali pertemuan berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta.
Dalam setiap kesepakatan, AP mendapatkan keuntungan berdasarkan persentase harga.

Baca juga: Fakta Mahasiswi Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan secara Sadis, Baru Mengaku saat Ditanya Dokter
Zulham menyebut umumnya tersangka mendapat 20 persen dari harga yang disepakati.
"Tersangka dapat persentase, tergantung kesepakatan. Kurang lebih 20 persen dari kesepakatan harga yang ditawarkan," kata Zulham.