Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Minta Anies Mundur, Ini Isi Tuntutan DPC Gerindra Jaktim: Dulu Gagah Perkasa, Sekarang Mengeluh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mengundurkan diri dari jabatannya seusai meminta pemerintah pusat menangani kasus Covid-19 di ibu kota.

instagram/@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan tahun baru 2021, Jumat (1/1/2021). Terbaru, Anies Baswedan diminta mengundurkan diri dari jabatannya seusai meminta pemerintah pusat menangani kasus Covid-19 di wilayah ibu kota. 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mengundurkan diri dari jabatannya seusai meminta pemerintah pusat menangani kasus Covid-19 di wilayah ibu kota.

Dilansir TribunWow.com, permintaan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis.

Untuk diketahui, Gerindra merupakan satu dari dua partai pendukung Anies Baswedan saat mengajukan diri sebagai Gubernur Jakarta.

Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis memberikan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bahkan meminta untuk mundur dari jabatannya.
Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis memberikan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bahkan meminta untuk mundur dari jabatannya. (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Soal Adanya Desakan Mundur ke Anies Baswedan, Ketua DPP PAN Saleh Daulay: Saya Termasuk yang Kritis

Dalam pernyataannya, Ali Lubis menyoroti ucapan Anies terkait penanganan Covid-19 di DKI Jakarta yang semakin sulit.

"Kalau memang terkesan sudah tidak sanggup, lebih baik mundur saja, Pak Anies, dari jabatannya selaku gubernur," ucap Ali Lubis, seperti yang ditayangkan Kompas TV, Senin (25/1/2021).

Ia menyinggung sikap Anies Baswedan saat awal mula pandemi melanda ibu kota.

Saat itu Anies terkesan percaya diri tentang penanganan Covid-19.

"Karena apa? Selama ini yang kita ketahui Pak Anies ini tampil gagah perkasa dan hebat ketika berbicara di hadapan media massa terkait penanganan Covid-19 di DKI," kata Ali Lubis.

Membandingkan dengan sikapnya dulu, Ali Lubis mempertanyakan Anies yang tiba-tiba meminta penanganan Covid-19 diambil alih pemerintah pusat.

Menurut Ali, sikap Anies terkesan mengeluhkan tanggung jawabnya sebagai gubernur.

"Nah, kok sekarang tiba-tiba mengeluh? Bahkan melempar wacana agar pemerintah pusat mengambil alih," komentar Ali.

"Sebagaimana kita ketahui, banyaknya aturan yang dibuat Pak Anies itu, contohnya pergub, keputusan gubernur, bahkan ada peraturan daerah, bos. Bahkan di dalam aturan itu semua baik di pergub atau di perda itu ada sanksi," tambah dia.

Baca juga: Nasib Ketua DPC Gerindra Jaktim yang Minta Anies Mundur, Langsung Ditegur dan Disanksi Partai

Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya Anies Baswedan meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Hal itu ia sampaikan melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

"Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat, berharap nanti pemerintah pusat bisa mengambil alih, memimpin," ucap Riza Patria, Selasa (19/1/2021).

Pasalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa terbebani dengan pasien dari luar ibu kota.

Diharapkan dengan pemerintah pusat mengambil alih, fasilitas kesehatan di wilayah penyangga DKI Jakarta akan bisa melayani dengan lebih baik.

"Agar ada peningkatan fasilitas di sekitar Bodetabek, sehingga ketersediaan fasilitas di Jakarta bisa terus meningkat, tapi okupansinya turun," jelas Riza.

Lihat videonya mulai menit 1.00:

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved