Breaking News:

Terkini Nasional

Anies Baswedan Minta Pusat Ambil Alih Penanganan Covid-19, Bima Arya: Saya Kurang Paham

Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan meminta kepada pemerintah pusat untuk mengambil alih penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/KompasTV
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku kurang begitu paham maksud pernyataan dari Anies Baswedan yang disampaikan oleh wakilnya tersebut soal meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jabodetabek. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan meminta kepada pemerintah pusat untuk mengambil alih penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Kepastian tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Hal itu menyusul kondisi fasilitas kesehatan di Jakarta yang terbebani pasien dari luar Ibu Kota.

Unggahan instagram/@aniesbaswedan tentang hasil tracing, Rabu (2/12/2020).
Unggahan instagram/@aniesbaswedan tentang hasil tracing, Rabu (2/12/2020). (instagram/@aniesbaswedan)

Baca juga: PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang, Anies Baswedan Menetapkan hingga 8 Februari 2021

Baca juga: Dedi Mulyadi: Saya Menantang Gubernur DKI Anies Baswedan Keluarkan Rp 1 Triliun untuk Kawasan Bogor

"Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat, berharap nanti pemerintah pusat bisa mengambil alih, memimpin," ujar Riza Patria, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku kurang begitu paham maksud pernyataan dari Anies Baswedan yang disampaikan oleh wakilnya tersebut.

Bima Arya menganggap bahwa maksud dari pernyataan itu adalah lebih untuk meningkatkan koordinasi antara pusat dengan daerah, khususnya DKI Jakarta.

"Saya kira kalau konteksnya adalah meningkatkan koordinasi saya sangat sepakat, memang itulah yang terjadi," ujar Bima Arya, dikutip dari acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (24/1/2021).

"Kita ini setiap minggu rutin koordinasi, kadang dipimpin oleh Pak Menko, kadang Mas Anies koordinasi juga dengan Gubernur Jabar," jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini koordinasi antara pusat dengan DKI Jakarta dan beberapa daerah irisan dengan Jawa Barat dan Banten cukup baik.

"Dan saat ini ada dua hal yang kita tingkatkan terus koordinasinya. Pertama adalah terkait dengan protokol kesehatan yaitu mengurangi mobilitas warga dengan menjelaskan kebijakan jam operasional," kata Bima Arya.

"Yang kedua adalah koordinasi terkait dengan sistem rujukan, kita perlu sama-sama memastikan bahwa warga ini bisa disalurkan untuk mengisi tempat tidur," imbuhnya.

Baca juga: Tinjau Kolong Jembatan yang Pernah Dikunjungi Risma, Anies Baswedan: Sekarang Lebih Bagus

Oleh karenanya, ia mengaku kurang paham dengan adanya pernyataan bahwa Pemprov DKI ataupun Anies meminta kepada pemerintah pusat supaya mengambil alih penanganan Covid-19, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Dirinya lebih berpikiran bahwa maksud dari Anies adalah meminta supaya adanya peningkatan koordinasi bukan lantas menyerahkan kepada pusat.

"Tetapi ketika dikatakan mengusulkan agar pusat mengambil alih, ini yang terus terang saya kurang paham," terangnya.

"Saya lihat mungkin media yang salah tanggap, mungkin yang dimaksud Provinsi DKI Jakarta mungkin adalah meningkatkan koordinasi, bukan mengambil alih," jelasnya.

Halaman
123
Tags:
Anies BaswedanCovid-19Virus CoronaBima AryaDKI JakartaJabodetabekAhmad Riza PatriaWali Kota Bogor
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved