Breaking News:

Terkini Daerah

Terungkap Fakta Baru Pembunuhan Fathan, Tersangka Husain Bantu Ikat dan Buang Jenazah Korban

Terungkap fakta baru kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom, Fathan Ardian Nurmiftah.

cikwan suwandi/tribunjabar
Tiga Pelaku Pembunuhan mahasiswa Telkom University Bandung, Fathan Ardian Nurmiftah. 

TRIBUNWOW.COM - Terungkap fakta baru kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom, Fathan Ardian Nurmiftah.

Diketahui, Polres Karawang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom, pada Selasa (18/1/2021).

Dari reka ulang adegan, polisi menemukan fakta baru.

Baca juga: Fakta Kasus Pembunuhan Fathan, Mahasiswa Universitas Telkom: Pelaku Kesal Korban Tak Pinjami Uang

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, rekonstruksi dilakukan dengan 40 adegan di delapan tempat kejadian perkara.

Di antaranya kontrakan di Kampung Cilalung Desa Mekarjaya, jembatan Tamelang, terminal Klari, dan lokasi pembuangan di Dusun Kecemek Desa Bayurkidul.

"Adegan yang diperagakan mulai dari pembunuhan hingga perencanaan penyembuyian kematian, dan pembuangan jenazah," ujar Rama.

Berikut fakta baru hasil reka ulang yang dirangkum Kompas.com.

Peran Husain Abdurrohim

Rama mengatakan, dari rekonstruksi terungkap peran tersangka Husain Addurrohim (21) membantu mengikat dan membuang jasad Fathan.

Husain datang dua hari setelah Fathan meninggal, bukan menunggu di luar kontrakan seperti yang disampaikan polisi sebelumnya.

"Peran H (Husain) yaitu membantu proses mengikat dan menggulung dengan plastik maupun sarung dan bed cover kemudian bersama-sama membuang jenazah ke TKP Cilamaya," ungkapnya.

Baca juga: Seusai Bunuh Mahasiswa Telkom, Pelaku Sengaja Ikat Tangan dan Kaki Korban hingga Jasadnya Membungkuk

Husain dan Rio Hadiyanto (24) membantu Jhovi Fernando alias Jo (31) membuang jasad Fathan ke Cilamaya Kulon.

Selain menyembunyikan kematian dan membuang jasad Fathan, keduanya menerima uang yang patut diduga hasil kejahatan.

Husain misalnya menerima uang Rp 300.000 saat diantar Jo ke Terminal Klari.

Sejumlah barang-barang Fathan, seperti dua buah handphone, ATM, dan motor diambil alih Jo.

Jo dan Fathan kenal selama tiga bulan

Rama menyebut tersangka utama, Jhovi Fernando alias Jo, mengenal Fathan kurang lebih selama tiga bulan.

Keduanya beberapa kami ketemuan.

"Beberapa kali ketemu," kata Rama.

Baca juga: Baru Kenal 1 Minggu, Mahasiswa Telkom Dibunuh Teman Facebooknya Gegara Menyinggung Perasaan Pelaku

Ia menyebut Jo hendak meminjam uang sebesar Ro 40 juta kepada Fathan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved