Breaking News:

Terkini Daerah

Masalah Warisan, Seorang Keponakan Tega Bunuh Paman di Muratara, Ternyata Dibantu Kakak Korban

Seorang paman di Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi korban pembunuhan keponakannya sendiri, Jumat (15/1/2021).

Dokumen Polres Muratara
Alek pelaku pembunuhan paman berhasil ditangkap Polres Muratara di Lubuklinggau, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang paman di Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi korban pembunuhan keponakannya sendiri, Jumat (15/1/2021).

Korban berama Ardeni alias Den (50) dibunuh oleh sang keponakan, Alek Sander bin Sohar (26).

Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel, Sabtu (16/1/2021), mayat Ardeni ditemukan oleh seorang warga berada di depan pintu rumah KM 4 Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.

Warga saat menggotong jenazah korban pemunuhan, Ardeni (50 tahun) warga Desa Karang Dapo 1 tewas dibunuh di Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.
Warga saat menggotong jenazah korban pemunuhan, Ardeni (50 tahun) warga Desa Karang Dapo 1 tewas dibunuh di Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara. (TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH)

Baca juga: Pria Bunuh Teman karena Ucapan saat Video Call, Polisi: Kejadian Berlangsung Cepat di Tempat Gelap

Baca juga: Seusai Bunuh Mahasiswa Telkom, Pelaku Sengaja Ikat Tangan dan Kaki Korban hingga Jasadnya Membungkuk

Saat ditemukan, mayat Ardeni dalam kondisi yang mengenaskan dengan tubuhnya berlumuran darah.

Selain itu juga mayat korban diselimuti oleh sehelai kain.

Korban diduga dibacok oleh Alek yang menyasar leher hingga mengakibatkan nyaris putus.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar sebelum akhirnya melaporkannya kepada pemerintah desa dan ke Polsek Nibung.

Tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap Alek dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaku berhasil diamankan saat berada di Kota Lubuklinggau, Jumat (15/1/2021).

Kepala Satreskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahma mengatakan pihaknya terpaksa mengeluarkan tembakan kepada Alek karena tidak bersikap kooperatif.

"Iya (kakinya ditembak), dua lobang, mau kabur, sudah kita kasih tembakan peringatan," ujar Dedi.

Selain Alek, polisi juga menangkap kakak korban, Sohar sebagai saksi.

Namun rupanya setelah dilakukan pemeriksaan, Sohar justu mengaku ikut berperan atas tewasnya Ardeni.

"Awalnya Sohar kita periksa sebagai saksi, setelah kita interogasi, dia mengakui ikut membunuh," kata Dedi Rahmad, Jumat (15/1/2021) sore.

Baca juga: Baru Kenal 1 Minggu, Mahasiswa Telkom Dibunuh Teman Facebooknya Gegara Menyinggung Perasaan Pelaku

Sementara itu terkait peran dari kedua tersangka, Dedi mengatakan masih dalam proses pemeriksaan.

Hanya saja menurutnya sudah diamankan beberapa barang bukti, di antaranya adalah parag yang diduga kuat digunakan untuk menebas korban.

"Untuk peran mereka masing-masing masih kami dalami, yang jelas tersangkanya cuma dua orang ini," jelas Dedi.

Motif:

Menurut Dedi, motif dari munculnya tindakan keji kedua tersangka itu adalah karena faktor warisan.

Dijelaskannya, korban yang merupakan seorang petani itu menggarap tanah hak waris milik Sohar atau kakak korban sekaligus ayah dari Alek.

"Motifnya diduga masalah warisan, dimana korban ini menggarap tanah hak waris milik bapak pelaku," kata Dedi.

Baca juga: Kecelakaan Maut Innova, Satu Keluarga Tewasdi Tol Pekanbaru-Dumai, Pengelola: Mobilnya Rusak Parah

Tinggalkan 10 Anak Ada yang Masih Balita

Dikutip dari TribunSumsel, Sabtu (16/1/2021), korban meninggalkan 10 anaknya yang mayoritas masih berusia kecil.

Namun jumlah 10 anak tersebut didapat dari dua istrinya.

Ardeni, warga Desa Karang Dapo 1, Kecamatan Karang Dapo ini dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Jumat (15/1/2021) siang.

Setelah selesai dikebumikan, anggota keluarga korban masih terus memberikan doa untuk kepala keluarganya tersebut.

Mereka membaca Surah Yasin dan doa bersama di samping makam korban.

"Ya Allah, kejam nian," tutur istri korban singkat. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Artikel ini diolah dari TribunSumsel dengan judul Pembunuhan Sadis di Muratara Pelakunya 2 Orang, Keponakan dan Kakak Kandung Korban", Polisi Tangkap Pria Muda Pembunuh Paman di Muratara, Kaki Pelaku Ditembak 2 Lubang dan Korban Pembunuhan di Muratara Tinggalkan 10 Anak, Ada yang Masih Balita, 'Ya Allah Kejam Nian'

Tags:
WarisanPembunuhanPamanMuratara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved