Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Gagal Naik SJ 182, 2 Calon Penumpang Pilih Kapal Laut: Sempat Cekcok dengan Kru Sriwijaya
Paulus Kollo dan Indra Birowo, calon penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182, selamat dari kecelakaan karena tidak jadi berangkat.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sementara itu pihak keluarga korban masih menantikan proses evakuasi yang tengah diusahakan, termasuk Azhari.
Azhari membenarkan ada lima kerabatnya yang ikut naik pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Ia menyebutkan anggota keluarganya yang menjadi penumpang pesawat adalah adik kandung beserta suaminya, keponakan, serta dua orang cucu.
"Pertama itu adik kandung saya, Rahmawati, terus suaminya, Toni Ismail, adik ipar saya," kata Azhari.
"Kemudian anaknya, keponakan bernama Ratih. Terus kemdian anak Ratih, jadi cucu keponakan," lanjut pria yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat ini.

"Lalu ada satu lagi, cucu. Jadi jumlah keluarga saya (yang menjadi korban) lima orang," tambahnya.
Ia membenarkan total korban ada tiga orang dewasa dan dua anak kecil yang menjadi korban.
Menurut Azhari, memang sudah menjadi tradisi keluarganya untuk berkunjung ke Bandung, Jawa Barat setiap akhir tahun.
Mereka lalu hendak kembali dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air jurusan Jakarta-Pontianak.
Azhari menyebut kunjungan itu dilakukan adiknya, Rahmawati, untuk seorang anaknya yang tinggal di Bandung.
Baca juga: Tulis Pesan Obat Rindu, Penumpang Sriwijaya Air Riyanto sempat Ditangisi Anak Tak Diizinkan Pergi
"Jadi keluarga saya memang tiap tahun, kalau akhir tahun, itu ke Bandung karena ada anaknya," terang Azhari.
"Jadi mereka pergilah ke sana," lanjutnya.
Azhari menuturkan percakapan terakhir dengan anggota keluarganya itu terkait membahas protokol kesehatan Covid-19.
Ia menyebut saat itu keluarganya sedang membahas kewajiban melakukan tes PCR sesuai ketentuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Saya terakhir cerita PCR. PCR itu 'kan kebijakan dari Gubernur Kalimantan Barat," tutur Azhari.
Azhari menyebut percakapan terakhir terjadi sekitar 8 atau 9 Januari 2021 melalui WhatsApp (WA) grup.
"Sebelumnya 'kan pakai rapid test antigen. Kemudian berlakulah PCR," kata Azhari.
"Jadi saya terakhir itu WA di grup keluarga. Cerita-cerita itu, lah," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta)