Breaking News:

Terkini Nasional

Harap Kapolri Baru Bisa Ungkap Penembakan 6 Laskar FPI, Refly Harun: Sering Kali Semacam Penghinaan

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut buka suara soal calon kapolri selanjutnya.

YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun membahas soal pemilihan kapolri baru, diunggah Minggu (3/12/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun buka suara soal calon kapolri baru.

Dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (10/1/2021). ia berharap kapolri baru tak berpihak pada siapa pun.

Refly lantas menyinggung soal kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

"Ini penting ya bagaimana kapolri ke depan lebih independen mau mengungkap hal-hal yang masih menjadi pertanyaan besar publik," jelas Refly.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi kandidat kuatnya calon pengganti Idham Aziz sebagai kapolri baru.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi kandidat kuatnya calon pengganti Idham Aziz sebagai kapolri baru. (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Singgung Tito dan Badrodin, Pengmat Ungkap Harapan untuk Calon Kapolri Baru: Tak Lagi Bikin Maklumat

Baca juga: Ungkap Kekurangan Idham Aziz, Pengamat Politik Harap Calon Kapolri Baru Punya Kelebihan Ini

Ia berharap kasus penembakan enam laskar FPI bisa segera terungkap.

Pasalnya, Refly menduga adanya pelanggaran hak asasi manusia.

"Misalnya soal kematian enam laskar FPI yang empat di antaranya sudah ditengarai sebagai pelanggaran hak asasi manusia," tutur Refly.

"Tinggal tergantung apakah ada struktur yang menggerakkannya atau tidak."

"Bagaimana kapolri atau polri ke depan jauh lebih independen dari kepentingan politik."

Lebih lanjut, Refly menilai kapolri selama ini selalu berpihak pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Daftar Harta Kekayaan 5 Calon Kapolri dari Eddy Pramono hingga Arief Sulistyanto, Siapa Paling Kaya?

Baca juga: Soal Sosok Pengganti Kapolri Idham Azis, Mahfud MD Angkat Bicara: Belum Ada yang Final

Pasalnya, ia melihat banyak orang yang menentang Jokowi akhirnya masuk penjara.

"Karena terkesan bahwa kepolisian dianggap sering memproses orang-orang yang tidak pro pada Jokowi dan mengritik Jokowi," tutur Refly.

"Sementara at the same time mereka yang pro Jokowi boleh komentar apa pun dan tidak ada konsekuensi apa-apa."

"Padahal komentarnya juga sering kali semacam penghinaan."

Terkait hal itu, Refly pun mengungkit penunjukan Tito Karnavian sebagai kapolri.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Refly HarunFront Pembela Islam (FPI)KapolriYouTubeTito Karnavian
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved