Breaking News:

Kabinet Jokowi

Tawa Risma Jawab Tuduhan Pakai Pemulung Palsu saat Blusukan: Kerja Saja Capek, Pakai Nyetting Segala

Mensos Risma tertawa saat ditanya awak media soal isu pakai pemulung settingan saat melakukan blusukan di Jakarta.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Warta Kota Production
Mensos Risma saat mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Pangudi Luhur Bekasi Timur, Jumat (8/1/2021). Terbaru, Risma menjawab soal isu memakai pemulung settingan saat blusukan. 

"Sudah makan? Belum, aku lapar," kata Risma menirukan percakapannya dengan seorang tunawisma di Jakarta pada saat itu.

"Terus saya belikan makanan."

Risma selanjutnya kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah menyetting kegiatannya menemui tunawisma.

"Jadi sekali lagi, enggak ada niatan (nyetting), capek sekali nyetting-nyetting gitu," ucapnya.

"Orang kerja saja sudah capek, pakai nyetting-nyetting segala," lanjut Risma sambil tertawa.

Baca juga: Dituduh Jadi Pemulung Settingan saat Risma Blusukan, Penjual Poster: Orang Enggak Tahu Kebenarannya

Simak video selengkapnya mulai menit awal:

Curhat Korban Tuduhan Pemulung Settingan

Diketahui, narasi pemulung settingan dikembangkan oleh akun Twitter @Andhy_SP211.

"Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny.." tulis @Andhy_SP211, Rabu (6/1/2021) pukul 10.22 WIB.

Akun tersebut juga mengunggah dua foto wajah seorang gelandangan berambut dan berkumis putih, bertopi hitam serta mengenakan masker.

Ia lalu menyertakan foto lain yang disebut-sebut sebagai foto penjual poster Soekarno yang diunggah oleh akun Facebook Adhe Idol.

"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” demikian tulis akun Facebook Adhe Idol yang diunggah melalui Twitter @Andhy_SP211.

Pemilik toko bingkai dan poster Bung Karno, Doni BK, saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021).
Pemilik toko bingkai dan poster Bung Karno, Doni BK, saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Menanggapi tuduhan tersebut, seorang penjual toko yang dituding menjadi pemulung mengaku jadi korban bullying.

Dikutip dari TribunJakarta.com, perundungan itu diterima oleh Doni BK.

Doni BK adalah seorang pemilik toko poster Presiden Soekarno di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Tri RismahariniPemulungMenteri SosialJakartaWali Kota Surabaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved