Kabinet Jokowi
Tawa Risma Jawab Tuduhan Pakai Pemulung Palsu saat Blusukan: Kerja Saja Capek, Pakai Nyetting Segala
Mensos Risma tertawa saat ditanya awak media soal isu pakai pemulung settingan saat melakukan blusukan di Jakarta.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
"Sudah makan? Belum, aku lapar," kata Risma menirukan percakapannya dengan seorang tunawisma di Jakarta pada saat itu.
"Terus saya belikan makanan."
Risma selanjutnya kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah menyetting kegiatannya menemui tunawisma.
"Jadi sekali lagi, enggak ada niatan (nyetting), capek sekali nyetting-nyetting gitu," ucapnya.
"Orang kerja saja sudah capek, pakai nyetting-nyetting segala," lanjut Risma sambil tertawa.
Baca juga: Dituduh Jadi Pemulung Settingan saat Risma Blusukan, Penjual Poster: Orang Enggak Tahu Kebenarannya
Simak video selengkapnya mulai menit awal:
Curhat Korban Tuduhan Pemulung Settingan
Diketahui, narasi pemulung settingan dikembangkan oleh akun Twitter @Andhy_SP211.
"Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny.." tulis @Andhy_SP211, Rabu (6/1/2021) pukul 10.22 WIB.
Akun tersebut juga mengunggah dua foto wajah seorang gelandangan berambut dan berkumis putih, bertopi hitam serta mengenakan masker.
Ia lalu menyertakan foto lain yang disebut-sebut sebagai foto penjual poster Soekarno yang diunggah oleh akun Facebook Adhe Idol.
"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” demikian tulis akun Facebook Adhe Idol yang diunggah melalui Twitter @Andhy_SP211.

Menanggapi tuduhan tersebut, seorang penjual toko yang dituding menjadi pemulung mengaku jadi korban bullying.
Dikutip dari TribunJakarta.com, perundungan itu diterima oleh Doni BK.
Doni BK adalah seorang pemilik toko poster Presiden Soekarno di Setiabudi, Jakarta Selatan.