Breaking News:

Terkini Daerah

Mensos Risma Siap Dampingi Penghuni Balai Rehab hingga Sukses: Mereka Harus Mentas

Mensos Risma berkomitmen melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat di balai rehabilitasi sosial hingga mereka semua bisa mandiri dan sukses.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Istimewa via Tribunnews.com
Risma didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat melakukan kunjungan kerja ke Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menemui orang-orang pinggiran di Jakarta menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Orang-orang pinggiran seperti pemulung yang ditemui Risma, selanjutnya dipindahkan ke balai rehabilitasi untuk kemudian dibina.

Risma mengaku, siap memberikan pendampingan kepada para penghuni balai rehabilitasi atau penerima manfaat hingga benar-benar sukses.

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berhasil mengajak tiga orang yang masuk sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraaan Sosial (PPKS) untuk tinggal sementara waktu di balai milik Kementerian Sosial RI, Rabu (6/1/2021).
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berhasil mengajak tiga orang yang masuk sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraaan Sosial (PPKS) untuk tinggal sementara waktu di balai milik Kementerian Sosial RI, Rabu (6/1/2021). (dok. Kemensos)

Baca juga: Dituduh Jadi Pemulung Settingan saat Risma Blusukan, Penjual Poster: Orang Enggak Tahu Kebenarannya

Baca juga: Blusukan Mensos Risma di Jakarta Tuai Kritik, Pengamat: Kalau di DKI Itu Tugas Gubernur Lah

Dikutip dari Tribunnews.com, hal itu disampaikan oleh Risma ketika melakukan kunjungan kerja ke Balai Karya "Mulya Jaya" Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Saat berkunjung ke tempat tersebut, Risma didampingi oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat.

Risma ingin balai rehabilitasi sosial bisa membuat para penerima manfaatnya bisa sepenuhnya mandiri.

Ia pun berkeinginan agar para penerima manfaat terus didampingi agar mengetahui sejauh mana mereka telah berkembang.

“Kita harus tau progresnya, sampai kita harus tau mapping hasil survey mereka itu pendapatannya berapa. Itu harus kita pantau supaya outputnya jelas. Jadi kalau kita mau bantu orang sampai menghantarkan orang itu bener-bener sukses,” ujar Risma.

Risma ingin agar para penerima manfaat mendapat ilmu mulai dari membuat produk hingga memasarkan produk tersebut.

“Jadi tidak sekedar melatih PM membuat produk, tapi juga bagaimana cara memasarkan produk, packaging-nya harus bagus, jadi orang tertarik untuk membeli. Dan dari awal sudah diajarkan pemasaran produk secara online” kata Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya itu juga tidak keberatan untuk menyekolahkan para penerima manfaat di balai rehabilitasi.

“Kita harus dorong kalau ada PM yang punya potensi, enggak apa-apa untuk dikembangkan potensinya, disekolahkan atau dilatih lagi. Jadi, kita pastikan mereka harus mentas,” pungkas Mensos.

Pendapat berbeda datang dari seorang pemulung yang dipindahkan Risma ke balai rehabilitasi.

Katsubi (69), seorang pemulung yang dipindahkan oleh Risma ke balai rehabilitasi justru mengaku tidak betah, bahkan merasa dikurung.

Ia merupakan seorang pemulung yang kini menempati Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur Bekasi.

Katsubi merasa tak betah tinggal di balai rehabilitasi karena sudah terbiasa beraktivitas di luar ruangan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Tri RismahariniBlusukanJakartaMenteri SosialPemulung
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved