Breaking News:

Penanganan Covid

Anosmia, Delirium, dan Parosmia Jadi 3 Gejala Baru Covid-19

Penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh Virus Corona baru, SARS-CoV-2, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu.

Editor: Claudia Noventa
sciencefocus.com
Ilustrasi Virus Corona 

Ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) di Edge Hill University Medical School, Profesor Nirmal Kumar menyebut parosmia sebagai gejala yang "sangat aneh dan sangat unik".

Kumar mencatat bahwa di antara ribuan pasien yang dirawat karena anosmia jangka panjang di seluruh Inggris, beberapa mengalami parosmia.

Melasir Healthline, parosmia biasanya terjadi setelah neuron pendeteksi aroma, atau yang juga disebut indra penciuman, mengalami kerusakan karena infeksi virus atau kondisi kesehatan lainnya.

Neuron-neuron itu melapisi hidung dan memberi tahu otak mengenai cara menafsirkan informasi kimiawi yang membentuk bau.

Kerusakan neuron pendeteksi aroma menyebabkan informasi kimiawi yang membentuk bau mencapai otak dengan cara berbeda, sehingga terjadi distorsi dan muncul dalam bentuk bau menyengat tidak sedap.

(Sumber: Kompas.com/ Nur Rohmi Aida, Retia Kartika Dewi, Dandy Bayu Bramasta | Editor: Sari Hardiyanto, Inggried Dwi Wedhaswary, Rizal Setyo Nugroho)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Tags:
Covid-19Virus CoronaDemamBatuk
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved