Virus Corona
Muncul Kekhawatiran Covid-19 Varian Baru, Menkes Budi Akui Belum Bisa Dideteksi: Kita Belum Disiplin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tentang varian baru Virus Corona (Covid-19) yang muncul di Inggris.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tentang varian baru Virus Corona (Covid-19) yang muncul di Inggris.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui perbincangan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di akun Instagram @sandiuno, Minggu (3/1/2021).
"Kebetulan varian baru ini yang sedang menjadi hangat. Apa sih, varian baru ini?," tanya Sandiaga Uno.
"Memang virus adalah kumpulan protein yang hidup," jelas Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Cara Cek Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Tahap 1 Lewat Aplikasi PeduliLindungi, Cukup Masukkan NIK
Ia kemudian menjelaskan awal mula penamaan Virus Corona dan struktur komponennya.
"Untuk membuat ini jadi sederhana sedikit, kenapa dinamakan Virus Corona? Karena bentuknya bulat ada corona-nya, kayak tanduk-tanduknya gitu," kata Budi.
"Yang di dalamnya itu protein n, e, atau m. Yang tanduknya itu namanya protein s," lanjut dia.
Di dalam protein tersebut terdapat banyak amino acid yang membentuk komponen protein.
Amino acid inilah yang berubah-ubah sehingga kemudian dapat disebut menjadi varian baru.
"Apa dampaknya ke kita? Nomor satu, ini lebih cepat menular. Nomor dua, tidak lebih mematikan," jelas Budi.
"Nomor tiga, tetap bisa dideteksi ada virusnya dengan alat yang ada sekarang, swab antigen atau swab PCR," lanjut mantan Wakil Menteri BUMN ini.
Baca juga: Ingatkan Vaksin Bukan Solusi Ajaib Atasi Pandemi Covid-19, Epidemiolog: Tak Ada yang Sempurna
Ia menjelaskan Virus Corona varian baru ini memang belum dapat dideteksi jenis mutasinya.
Namun seseorang dapat diketahui terkena virus ini melalui alat pendeteksi yang lazim digunakan.
"Kemungkinan besar bisa dihambat oleh vaksin yang ada sekarang," tambah Budi.
Bufi menjelaskan saat ini di Indonesia genome sequencing terhadap orang yang terinfeksi Virus Corona belum banyak dilakukan, sehingga belum diketahui apakah varian baru virus tersebut sudah sampai di Indonesia.
"Orang tanya, di Indonesia sudah ada belum? Kalau di Indonesia saya bilang conservatively belum teridentifikasi karena Indonesia belum rutin melakukan genome sequencing," kata mantan bankir ini.
"Kita belum disiplin," tambah Budi.
Lihat videonya mulai dari awal:
Rencana Distribusi Vaksin, Nakes Jadi Prioritas
Vaksin Covid-19 akan segera didistribusikan ke masyarakat.
Dilansir TribunWow.com, hal itu telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirimkan SMS secara serentak kepada penerima vaksin Covid-19 tahap pertama.
Baca juga: Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Lansia Belum Pasti, Menkes Ungkap Alasannya: Sesudah Ada Konfirmasi
Baca juga: Penggunaan Darurat Global Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Akhirnya Disetujui WHO
Untuk mengecek daftar nama calon penerima, dapat diketahui melalui situs pedulilindungi.id.
Meskipun begitu, untuk sementara ini daftar yang tertera di situs tersebut hanya khusus tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas penerima vaksin.
Berdasarkan keterangan pada situs pedulilindungi.id, tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang mendapat SMS dari PEDULI COVID harus melakukan registrasi ulang.

Ada tiga cara yang dapat dilakukan, berikut daftarnya.
1. Aplikasi PeduliLindungi
2. Web https://pedulilindungi.id
3. Melakukan panggilan ke *119#
Saat mengonfirmasi melalui satu di antara ketiga saluran itu, calon penerima vaksin akan diminta memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) yang umumnya tertera di KTP.
Baca juga: Bakal Teken Perjanjian dengan Pfizer untuk Datangkan Vaksin Covid-19, Menlu Retno: Kabar Baik
Apabila Anda adalah tenaga kesehatan atau tenaga penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan tetapi belum mendapat SMS, segera kirim email ke vaksin@pedulilindungi.id.
Perlu diingat bahwa setelah menerima vaksin, protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) harus tetap dilakukan.
PeduliLindungi sendiri adalah aplikasi buatan pemerintah yang bertujuan membantu pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
Aplikasi tersebut mengandalkan partisipasi masyarakat untuk memasukkan data lokasinya saat bepergian.
Hal tersebut dapat memudahkan tracing (penelusuran riwayat) kontak dengan penderita Covid-19.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di zona merah.
Aplikasi ini juga akan memberitahu jika di kelurahan atau area yang terdata ada orang yang terinfeksi Covid-19 atau ada pasien dalam pengawasan (PDP). (TribunWow.com/Brigitta)