Breaking News:

Kabinet Jokowi

Temui Warga di Bantaran Kali Jakarta Pusat, Tri Rismaharini Tawarkan Pekerjaan untuk Istri Pemulung

Belum genap satu minggu dilantik, Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma kembali melakukan blusukan, pada Rabu (30/12/2020).

Capture YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan hasil rapat terbatas (ratas) terkait pembagian bantuan sosial (bansos), Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Belum genap satu minggu dilantik, Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma kembali melakukan blusukan, pada Rabu (30/12/2020).

Kali ini Risma menemui warga penghuni kolong tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara.

Kepada penghuni gubuk dan bangunan liar bawah tol, Risma menawarkan program pemberdayaan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup.

Baca juga: Tri Rismaharini Dianggap Langgar Undang-undang, Merangkap Jabatan Jadi Mensos dan Wali Kota Surabaya

Hal yang sama dilakukan Risma pada Senin lalu kepada warga di bantaran kali di Jakarta Pusat.

Risma mempersilakan para pria penghuni bawah tol untuk meneruskan profesi sebagai pemulung.

Kepada ibu-ibu akan diajari membuka usaha mikro.

Risma menawarkan ibu-ibu untuk mengolah warung lele di mana peternakaannya dan bibit lelenya sudah dikelola di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) "Pangudi Luhur" Bekasi.

Baca juga: Lakukan Hubungan Sejenis, Pasien di Wisma Atlet Jadi Tersangka karena Umbar Aksi Mesumnya di Medsos

“Bapak-bapak nggak apa-apa cari uang tetap menjadi pemulung. Nanti, ibu-ibu kita ajari cari uang. Di belakang itu ada lele (halaman belakang BRSEGP “Pangudi Luhur”) nanti kita buat pecel lele. Atau buat yang lain. Nanti kita bisa jual, ya. Kemarin itu di Balai “Pangudi Luhur” itu di pinggir jalan gede. Nanti aku yang resmikan" kata Risma, Rabu (30/12/2020).

Kepada warga setempat Risma menekankan bahwa mengubah nasib salah satunya harus melalui pendidikan.

Risma menemui warga penghuni kolong tol
Risma menemui warga penghuni kolong tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara (30/12/2020).

Risma menyatakan, telah melakukan langkah-langkah serius dan nyata untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu selama menjadi Wali Kota Surabaya. Seperti anak pemulung tukang batu, tukang tambal, tukang pijat.

“Mereka sudah banyak yang menjadi sarjana. Nanti saya berikan beasiswa. Nanti saya beli barang-barang yang dikumpulkan ini. Saya ini ibunya pemulung,” katanya.

Kepada warga ia menyatakan alasannya mengapa perlu datang ke lokasi ini, semata-mata untuk mengajak mereka mengubah nasib.

Baca juga: Konten Pornografi Tidak Dapat Dipidanakan jika untuk Kepentingan Sendiri, Gisel Disebut Jadi Korban

“Silakan saja ‘saya ini pemulung bu’. Nanti saya siapkan pulungannya. Aku sing njaluk (saya yang minta). Nanti saya carikan sampah kementerian untuk penjenengan. Tapi tempatnya tidak di sini pak, karena tidak sehat. Nanti saya berikan tempat, penjenengan lihat dulu. Iku onok omah apik-apik pak (itu ada rumah bagus-bagus pak). Kosong. Aku yo isin (saya ya malu) pak. Iku onok kamare, onok ruang tamune (ada kamarnya, ada ruang tamunya),” kata Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengajak berdiskusi perwakilan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang hadir di lokasi kunjungan. Risma berencana melibatkan mereka untuk menjangkau pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved