Breaking News:

Terkini Daerah

Pria Lulusan SD Jadi Dokter Gadungan Tawarkan Obat Covid-19, Cari Pasien dari Media Sosial

Seorang pria lulusan SD, MW menipu sejumlah orang untuk mendapatkan uang.

Editor: Mohamad Yoenus
manchester.ac.uk
ilustrasi dokter - Seorang pria lulusan SD, MW menipu sejumlah orang untuk mendapatkan uang. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang pria lulusan SD, MW menipu sejumlah orang untuk mendapatkan uang.

Ia berpura-pura menjadi dokter dan ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan penipuan tersebut terkuak saat salah satu korban, RF, mencari tahu latar belakang dokter gadungan tersebut.

Baca juga: Dokter Gadungan Ajak Pasien Berhubungan Badan di Hotel atau Kontrakan: Prinsipnya Pacaran Lebih Dulu

Polres Metro Jakarta Pusat merilis kasus dokter palsu, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu (27/12/2020). Bermodal ijazah sekolah dasar (SD), MG nekat menjadi Dokter Palsu, pelaku ]membeli sejumlah atribut dan peralatan layaknya dokter agar meyakinkan.
Polres Metro Jakarta Pusat merilis kasus dokter palsu, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu (27/12/2020). Bermodal ijazah sekolah dasar (SD), MG nekat menjadi Dokter Palsu, pelaku ]membeli sejumlah atribut dan peralatan layaknya dokter agar meyakinkan. (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

"Pengakuannya MW mengaku seorang dokter yang butuh uang untuk bisnis pengobatan, obat Covid-19 tapi uangnya dipakai untuk beli mobil," ujar Heru di Jakarta, Ahad.

Heru mengatakan MW merupakan warga biasa. Dari ijazahnya, MW hanya seorang lulusan Sekolah Dasar (SD).

MW juga tidak pernah terlihat berpraktik selama menjadi dokter gadungan.

Modusnya, dia mendekati beberapa perempuan lewat aplikasi pencarian jodoh.

"Kami sudah periksa empat korban, tapi ada pengembangan yang kami 'track' dari ponselnya. Uang dari korban kalau ditotal sudah ratusan juta," ujar Heru.

Baca juga: Rogoh Rp 65 Juta per Bulan untuk Latih Teroris Muda di Villa, Jamaah Islamiyah Punya 2 Sumber Dana

MW pun dengan modal nekat mengenakan snelli, stetoskop dan beberapa alat kedokteran lainnya, mendekati seorang korbannya lewat sosial media.

Di kontrakannya di kawasan Cempaka Putih, ada peralatan yang menyerupai alat-alat kedokteran, namun dia mengaku tidak pernah membuka praktik pengobatan.

Hal itu membuat para korbannya percaya hingga salah satunya ada yang dijanjikan untuk dinikahi.

Salah satu korbannya pun ada yang rela memberi makan dan kontrakan yang jika terhitung senilai Rp80 juta.

Heru berpesan kepada warga agar berhati-hati dengan perkenalan via media sosial, terutama pada para perempuan berusia remaja.

MW terancam pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan 378 KUHP atas penipuan.

Atribut Dokter

Baca juga: Detik-detik IRT Loncat dari Hotel Tanpa Gunakan Bra setelah Berada Satu Kamar dengan Pria Beristri

Halaman
123
Sumber: Antara
Tags:
DokterCovid-19Jakarta PusatWanita
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved