Terkini Daerah
Pengakuan Pelempar Bom Molotov di Masjid Cengkareng saat Diinterogasi: Inisiatif Sendiri
Sebuah masjid di Cengkareng Barat dilempar bom molotov oleh seorang pria paruh baya pada Sabtu (28/12/2020) malam. Ini fakta selengkapnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Kondisi kejiwaan pelaku yang tanda tanya
Polisi membawa pelempar bom molotov ke psikiater untuk menjalani pemeriksaan.
Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus.
"Yang bersangkutan sekarang ini kami rujuk dan diobservasi di psikiater," kata Yusri kepada wartawan, Minggu.
Sementara itu, Saifullah menyebut, berdasarkan penuturan keluarga pelaku, pelaku memang mengalami gangguan jiwa.
"Menurut pengakuan keluarganya, ada gangguan jiwa. Katanya lagi sempat telanjang di Bundaran Kamal. Katanya lagi sempat dibawa ke rumah sakit jiwa, tetapi suratnya belum tahu kami," kata Saifullah.
Kendati demikian, proses hukum terhadap pelaku atas kasus pelemparan bom molotov masih berlanjut, sembari menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan.
"Karena yang berhak mengatakan dia sakit jiwa atau bukan adalah dari ahlinya. Tetapi tetap kami proses sambil berjalan," kata Yusri. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Pelemparan Bom Molotov di Masjid Cengkareng, Pelaku Diinterogasi Warga dan Dipertanyakan Kejiwaannya"