Terkini Daerah
Pengakuan Pelempar Bom Molotov di Masjid Cengkareng saat Diinterogasi: Inisiatif Sendiri
Sebuah masjid di Cengkareng Barat dilempar bom molotov oleh seorang pria paruh baya pada Sabtu (28/12/2020) malam. Ini fakta selengkapnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Adapun pelaku sembari mengendarai motor saat melancarkan aksinya.
"Motor pelaku kami tarik, sempat kabur, jatuh. Saya kami tarik lagi, jatuh. Pas dia banyak yang deketin, saya inisiatif ambil kunci motor pelaku," kata Saifullah.
"Pada saat pelaku diinterogasi di jalan, ada yang berteriak 'jangan main hakim sendiri, saya lihat wajah kalian', itu tidak tahu apakah teman pelaku, wartawan, atau polisi," kata Saifullah.
Tak lama berselang, pelaku tetap dibawa masuk ke halaman masjid.
"Kami ada bukti rekaman CCTV. Kemudian salah satu warga yang bersedia jadi saksi di kepolisian," ujar Saifullah.
Baca juga: Fakta Sopir Truk Ayam Potong Tewas Ditembak Begal di Mesuji, Modus Pelaku Tuduh Korban Ini
Setelah diinterogasi di halaman, pelaku mulai panik dan mengakui perbuatannya.
"Dia bilang itu inisiatif dia sendiri," kata Sekretaris Masjid Zainal Abidin.
"Dia juga sempat melawan kok, saat ada warga pukul dia, dia ingin balik pukul," kata Saifullah menimpali.
Warga yang lain, Murjani, juga mengatakan bahwa pelaku sempat digebuki massa sebelum diinterogasi di halaman masjid.
"Kalau enggak dipisah, bisa mati itu," tutur Murjani.
Tidak ada jemaah yang luka
Zainal Abidin memastikan, tidak ada jemaah yang terbakar atau terluka setelah insiden pelemparan bom molotov.
"Beruntung, tidak ada jemaah yang menjadi korban," kata Zainal.
Zainal juga berharap pelemparan bom molotov dan kasus sensitif lain tidak terulang di saat seperti ini.
"Jangan sampai ini terulang lagi di saat-saat seperti ini, maraknya isu SARA dan sebagainya," tutur Zainal.