Habib Rizieq Shihab
Bahas Kasus Rizieq Shihab, Refly Harun Singgung Sumpah Jokowi saat Dilantik: Bukan Presiden Relawan
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali menyinggung kasus petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali menyinggung kasus petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.
Ia pun menilai periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya otoriter.
Seperti yang diungkapkan dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (27/12/2020).
Mulanya, Refly Harun menyinggung pesan mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, kepada Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD.

Baca juga: Soal Rizieq Shihab Dibui hingga FPI Terancam Bubar, Refly Harun: Speechless, Kok Negeri jadi Begini
Baca juga: Soal Hoaks FPI Dibubarkan, Refly Harun: Jangan-jangan Memang Dibuat tapi Bocor?
Surat tersebut dilayangkan setelah muncul sengeketa tanah pesantren milik Rizieq Shihab.
"Dan ini mendapatkan perhatian yang sangat serius dari Mantan Ketua DPR Marzuki Alie sehingga mengirimkan surat ke Mahfud MD," ucap dia.
"Agar tanah yang terlantar dan digunakan untuk pendidikan ini tidak diotak-atik karena sudah dimanfaatkan dengan baik menjadi pesantren."
Tak hanya itu, ia juga membahas soal kematian enam laskar FPI.
Terkait sederet kejadian itu, Refly lantas menyinggung keadilan di Indonesia kini.
"Ada juga cerita mengenal 6 laskar FPI yang tewas dan sebagainya," tutur Refly.
"Mudah-mudahan negeri ini negeri keadilan sehingga kita tidak perlu mencari keadilan di tempat lain."
"Dengan keadilan tersebut, maka negara harus bertindak profesional, netral dan tidak menggunakan kewenangan secara semena-mena."
"Jadi betul-betul menggunakan kewenangan dan kekuasaannya di jalur konstitusional," tambahnya.
Melihat kondisi saat ini, Refly berharap Indonesia tak kembali ke masa otoriter.
Baca juga: Sengketa Lahan Ponpes FPI, Habib Rizieq Shihab: Silakan Ganti Rugi untuk Membangun di Tempat Lain
Baca juga: Penampilan Terbaru Habib Rizieq di Dalam Tahanan, Kuasa Hukum: Sejak di Arab Saudi Memang Begitu
Karena itu, ia langsung mendoakan rahmat dan keselamatan bagi Jokowi.
"Mudah-mudahan tidak menjadi monster kekuasaan yang bisa menarget orang, bisa memenjarakan orang dengan dalil apa pun," ujar dia.
"Mudah-mudahan kita tidak bersedih karena negara ini menjadi negara otoriter kembali."
"Mudah-mudahan Presiden Jokowi dilimpahi rahmat oleh Allah SWT untuk membuat negeri yang tentram untuk semua pihak."
"Bukan negeri yang hanya memerhatikan golongan tertentu dan menginjak golongan lain."
"Bukan hanya presiden yang memerhatikan para penyokong dan pendukungnya," tambah Refly.
Lebih lanjut, Refly kembali mengungkit sumpah jabatan Jokowi 2019 lalu.
"Dan at the same time mengabaikan kelompok lain di masyarakat," kata Refly.
"Padahal saat disumpah Presiden Jokowi menjadi presiden Republik Indonesia bukan presiden relawan atau presiden kelompok atau golongan tertentu."
Simak vidoenya berikut ini mulai menit ke-6.43:
Singgung Alasan Prabowo-Sandi
Di sisi lain, Refly Harun meminta pertanggungjawaban Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Hal itu terkait dengan kasus yang kini membelit petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.
Tak hanya soal kasus Rizieq Shihab, Refly Harun juga menyinggung soal penembakan enam anggota Laskar FPI.
Baca juga: Refly Harun Bahas Beda Nasib Prabowo-Sandi dengan Pendukung di Pilpres 2019: Di Mana Akal Sehat?
Baca juga: Ingatkan Prabowo-Sandi soal Pendukung Mereka, Refly Harun: Jangan Mereka Enak di Singgasana
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (26/12/2020).
"It's okay mudah-mudahan ini membawa kebaikan," pesan Refly Harun.
"Tapi yang kita jangan lupakan adalah PR-PR yang ada."
Refly Harun lantas menyinggung dukungan penuh Rizieq Shihab pada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.
Kini setelah Rizieq Shihab tersandung masalah, Prabowo-Sandi lah yang disebutnya harus memberi bantuan.
"Tertembaknya 6 Laskar FPI, keadilan bagi Habib Rizieq, tanah di Megamendung," ucap Refly Harun.
"Kemudian pelaporan yang kadang-kadang hanya meng-entertain satu pihak dan sebagainya."
"Itu kewajiban moril untuk Prabowo-Sandi untuk membela."
Baca juga: Prabowo dan Sandiaga Uno Dirangkul Masuk Kabinet, Irma Chaniago: Tak Ada Orang Sebaik Pak Jokowi
Ia juga tak segan menebak alasan yang bakal dilontarkan Prabowo-Sandi tak membela Rizieq Shihab.
Menurut Refly Harun, Prabowo-Sandi mungkin akan menjadikan posisi menteri sebagai alasan tak membela petinggi FPI itu.
"Jangan sampai dia memiliki pasukan yang ditembak sama sekali," ujar Refly Harun.
"Ya mungkin nanti alasannya 'Itu bukan tupoksi saya'."
"Padahal kalau kita bicara tentang gesture kekuasaan adalah bagaimana kita berkontribusi untuk dua hal."
"Yang pertama untuk bidang kita, bidang pertahanan bagi Prabowo, bagian pariwisata dan ekonomi kreatif bagi Sandi."
"Tapi tugas kemanusiaan lainnya adalah bagaimana memperjuangkan kebenaran dan keadilan," lanjutnya.
Untuk memperjelas pernyataannya, Refly Harun bahkan menyinggung ajaran Islam.
Menurut dia, para penguasa wajib membela orang yang tak bersalah.
"Dan kita tahu agama sudah mengajarkan, kalau kita lihat kebatilan ya dengan pedang kalau kita punya kekuasaan," kata Refly Harun.
"Kalau tidak mampu dengan pedang ya dengan kata-kata, dengan ucapan, dengan YouTube misalnya, dengan menulis seperti Marzuki Alie."
"Misalnya tidak mampu juga karena takut dipersekusi, takut dilaporkan dan sebagainya, takut dibidik."
"Maka dengan hati yang menolak dan itulah selemah-lemahnya iman," tandasnya. (TribunWow.com)