Breaking News:

Terkini Nasional

Sandiaga dan Risma Disebut Punya Kans di 2024, Pengamat: Kalau Prabowo dan Megawati Tidak Merestui?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik enam menteri barunya pada Rabu (23/12/2020).

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
Youtube/Apa Kabar Indonesa tvOne
Pengamat Politik Adi Prayitno dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik enam menteri barunya pada Rabu (23/12/2020).

Dari enam menteri tersebut, ada dua nama yang banyak diperbincangkan yakni Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial.

Dilansir TribunWow.com, tidak sedikit yang lantas menyebut bahwa Sandiaga dan Risma mempunyai peluang menuju Pilpres 2024 mendatang.

Presiden RI Joko Widodo memperkenalkan menteri baru Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (22/10/2020)
Presiden RI Joko Widodo memperkenalkan menteri baru Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (22/10/2020) (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Baca juga: Sebut Sandiaga Uno Kurang Sesuai Jadi Menparekraf, Pengamat Politik Ungkap Posisi yang Tepat

Baca juga: Demokrat Sebut Sandiaga Jadi Menteri karena Balas Budi, Gerindra: Jangan Berpikir Kemana-mana

Melihat kondisi tersebut, Pengamat Politik Adi Prayitno mengatakan antara setuju dan tidak setuju.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Dua Sisi 'tvOne', Kamis (24/12/2020).

Setujunya menurutnya karena posisi menteri diakui memang bisa menjadi panggung untuk mencuri perhatian.

Bahkan tidak hanya dari menteri, panggung menuju Pilpres juga bisa berasal dari kepala daerah.

"Setuju itu karena ada satu korespodensi yang bisa menjelaskan menteri yang kerjanya sukses bisa menjadi presiden, contohnya SBY," ujar Adi Prayitno.

"Setuju juga kepala daerah yang sukses kemudian jadi presiden, ada Jokowi di situ," imbuhnya.

Meski begitu, Adi Prayitno mengatakan bahwa peluang dari Sandiaga dan Risma bukan hanya ditentukan oleh masing-masing individu dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri.

Melainkan keputusan itu ada di tangan ketua umum partainya masing-masing.

Hal itu mengingat keduanya merupakan bagian dari partai politik.

Dengan begitu menurutnya, nasib Sandiaga akan ditentukan oleh Prabowo Subianto, sedangkan Risma akan mengikuti Megawati Soekarnoputri.

"Tapi tidak setujunya kita pakai teori Robert Michels, ada yang disebut hukum besi oligarki parpol," kata Adi Prayitno.

"Risma boleh populer boleh hebat, begitu pun dengan Sandi, kalau Prabowo tidak merestui, Megawati tidak merestui, dua nama ini hanya tinggal nama," terangnya.

Baca juga: Nasib Terawan setelah Didepak dari Kursi Menteri Diganti Budi Gunadi: Pak Jokowi Sayang sama Saya

Simak videonya mulai menit ke- 28.40

Refly Harun: Untuk Mengikat Gerindra di Pilpres 2024

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan komentarnya terkait masuknya Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno di Kabinet Indonesia Maju.

Sandiaga Uno dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Rabu (23/12/2020).

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menyebut bahwa situasi tersebut tidak terlepas untuk agenda politik pada 2024 mendatang.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun turut mengomentari soal pemilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu (23/12/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun turut mengomentari soal pemilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu (23/12/2020). (Channel YouTube Refly Harun)

Baca juga: Sandiaga Uno Kini Nyusul Prabowo Subianto Jadi Menterinya Jokowi: Refly Harun: Which is Good

Baca juga: Analis Politik Sebut Ada Alasan Lain Jokowi Tunjuk Risma dan Sandiaga: Bukan Hanya soal Kapasitas

Menurutnya, hal itu untuk tetap menjaga hubungan baik antara Partai PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra.

"Ini menarik, tentu direkrutnya Sandiaga Salahuddin Uno tidak hanya terkait bahwa kompensasi bagi Partai Gerindra," ujar Refly Harun.

"Tetapi pasti PDIP the ruling party menyukainya."

Refly Harun lalu mengungkapkan prediksinya soal beberapa skema yang bisa terjadi di Pilpres 2024.

Skema pertama menurutnya adalah memasangkan kader dari PDIP dengan kader Gerindra.

Dikatakannya bahwa baik di PDIP maupun Gerindra memiliki dua kader yang potensial.

Di Gerindra, ada Ketua Umum Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno.

Sedangkan dari PDIP disebut Refly Harun adalah putri mahkota, Puan Maharani serta Ganjar Pranowo.

"Pernah saya prediksikan begini, sepertinya partai yang dekat untuk berkoalisi pada Pilpres 2024 itu adalah PDIP dan Gerindra," ujar Refly Harun.

"Dengan skenario yang sering disebutkan yaitu skenario Prabowo Subianto-Puan Maharani," ungkapnya.

"Dengan catatan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto tetap nomor satu di atas Ganjar Pranowo," jelas Refly Harun.

Baca juga: Sandiaga Masuk Kabinet, Irma Chaniago Singgung Sikap Fadli Zon dan Andre Rosiade: Tidak Pantas

Selain memasangkan Prabowo-Puan, peluang lain menurut Refly Harun adalah memasangkan Puan-Sandi maupun Ganjar-Sandi.

"Jadi faktor Sandiaga Uno adalah faktor untuk mengikat Gerindra seandainya Prabowo Subianto tidak mungkin dicalonkan sebagai presiden," katanya.

Dirinya kemudian sedikit menyinggung soal peluang koalisi PDIP dengan Golkar.

"Dengan Golkar PDIP barang kali tidak bisa terlalu dekat sekali, karena Airlangga Hartarto memiliki agenda sendiri karena juga mengincar jabatan untuk menjadi paling tidak wakil presiden," tutupnya.

Simak videonya mulai menit ke-16.15:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Sandiaga UnoTri RismahariniMegawatiJoko WidodoJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved