Terkini Nasional
Sindir Gerindra, Irma Chaniago Ngaku Kasihan dengan Jokowi: Sudah Dikasih 2 Menteri Masih Nggebukin
Politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago memberikan sindiran kepada Partai Gerindra.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago memberikan sindiran kepada Partai Gerindra.
Sindiran tersebut menyusul diangkatnya Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Rabu (23/12/2020), Irma meminta kepada kader-kader Gerindra untuk membalas niatan baik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Sandiaga Uno Direkrut Jadi Menteri Jokowi, Refly Harun: Untuk Mengikat Gerindra di Pilpres 2024
Baca juga: Analis Politik Sebut Ada Alasan Lain Jokowi Tunjuk Risma dan Sandiaga: Bukan Hanya soal Kapasitas
Dirinya sempat menyinggung dua nama kader Gerindra yang masih terus menyerang pemerintah termasuk Presiden Jokowi, yakni Fadli Zon dan Andre Rosiade.
"Fadli Zon dan Andre Rosiade itu masih terus-terusan nggebukin pemerintah, masih terus membully Pak Presiden," ujar Irma.
Menurutnya, dengan masuknya Sandiaga Uno ke kabinet, diharapkan mereka dari Gerindra juga ikut konsisten untuk mendukung pemerintahan.
"Ini artinya tidak konsisten, harusnya kan kalau mau bergabung harus konsisten," tegasnya.
Maka dari itu, Irma berharap ada timbal balik yang harus diberikan oleh Gerindra, bukan malah sebaliknya.
Menurutnya, selain dua kader Gerindra yang tergabung di kabinet harus bekerja secara maksimal, tetapi juga diikuti oleh para kadernya dengan terus mendukung pemerintah.
"Kasihan Pak Presiden yang sudah mengambil banyak sikap-sikap tidak populer untuk bisa menciptakan atau membangun Indonesia ke depan menjadi lebih baik," ungkapnya.
"Kasian dengan Presiden, jangan kemudian kita sudah kasih dua menteri masih juga nggebukin. Kan tidak fair," kata Irma.
Baca juga: Dilantik Hari Ini oleh Jokowi, Berapa Gaji Menteri yang Baru? Mulai Sandiaga Uno hingga Tri Risma
Lebih lanjut, Irma kemudian mengaku tidak ingin kondisi tersebut hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik partainya saja.
"Dan yang terakhir mari kita bangun bersama Indonesia ini menjadi yang lebih baik dengan hati yang tulus dengan nawaitu yang baik dan konsistensi lah," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 7.14:
Irma: Jangan Sakiti yang Sudah Berjuang di Pilpres 2019
Dalam kesempatan sama, Irma meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk juga tetap memperhatikan teman-teman pendukungnya.
Dirinya mengaku sebanarnya tidak mempermasalahkan atas keputusan dari Jokowi dalam menunjuk para menterinya, termasuk Sandiaga Uno.
"Namun kan sekali lagi saya ingin menyampaikan kalau pihak oposisi lawan diikutsertakan dalam kabinet, saya setuju, ini pasti strategi baik dari Pak Presiden," ujar Irma.
"Tetapi tolong juga diperhatikan kalau lawan dirangkul ya teman-teman juga diajeni," harapnya.
Baca juga: Pesan Terakhir Wishnutama Jadi Menteri Jokowi: Tidak Pernah Ada Waktu yang Salah untuk Berbuat Baik
Terkait hal itu, Irma membantah ketika disebut ada kaitannya dengan jatah menteri yang diberikan kepada partai pendukung.
Seperti yang diketahui, di Nasdem sendiri diberikan tiga jatah menteri, mereka adalah Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika), Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), dan Siti Nurbaya Bakar (Lingkungan Hidup dan Kehutanan).
"Intinya tidak ada urusan dengan Nasdem, tidak ada urusan dengan posisi-posisi tambahan menteri di partai," tegas Irma.
Irma tidak ingin pemerintah dalam hal ini adalah Presiden Jokowi melupakan apalagi menyakiti para pendukung yang sudah berjuang memenangkannya di Pilpres 2019 lalu.
"Saya menegaskan bahwa tolong jangan juga kemudian kawan-kawan yang sudah berjuang sangat keras di Pilpres yang brutal kemarin itu kemudian menjadi tersakiti, kan juga harus dijaga," kata Irma.
Lebih lanjut, dirinya bersama teman-reman mengaku akan lebih tersakiti ketika sang rival yang sudah dirangkul oleh Jokowi masih menunjukkan sikap kontras dengan pemerintah.
"Hanya saja jangan sampai kemudian setelah Pak Sandiaga masuk pun ini teman-teman di seberang masih nggebukin pemerintah, ini tidak fair," harapnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)