Terkini Nasional
Update Penembakan Laskar FPI, Polisi Periksa 78 Saksi: Laporannya saat Ini Penyerangan Petugas
Kabareskrim Irjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terkini kasus penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Kabareskrim Irjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terkini kasus penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Senin (21/12/2020).
Diketahui enam laskar FPI tersebut tewas ditembak setelah diduga mengancam polisi dengan senjata api dan senjata tajam.

Baca juga: Diduga Menghasut, Jubir FPI Munarman Dipolisikan Terkait Pernyataan soal Kasus Penembakan Laskar
Pada saat kejadian mereka tengah mengawal Habib Rizieq Shihab melintas Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 lalu.
"Perkembangan terkait penanganan enam orang yang meninggal dunia, karena saat ini yang masuk di Bareskrim Polri adalah laporan penyerangan terhadap petugas," kata Irjen Listyo Sigit.
Ia menjelaskan pihak penyelidik telah memeriksa puluhan saksi dan ahli.
"Maka perkembangannya sampai saat ini kita sudah memeriksa 78 orang saksi dan 7 orang ahli," kata Sigit.
Sigit lalu menjabarkan peran masing-masing saksi, baik yang ada di tempat kejadian maupun saksi ahli.
"Kemudian 37 orang saksi dari Kilometer 50, 22 saksi yang lain yang ada di sekitar," ungkap Sigit.
"Kemudian ada 4 orang yang saat ini menjadi saksi korban, 12 petugas yang ada di lokasi Kilometer 50," lanjutnya.
"Kemudian 3 orang petugas dari Rumah Sakit Polri, 2 ahli dari Puslabfor, 3 ahli dari kedokteran forensik, 1 ahli dari siber, 1 ahli pidana," kata dia.
Baca juga: BIN Bantah Ada Anggotanya Ditangkap FPI saat Intai Rizieq Shihab: Ketemu Langsung Saja Bisa
Selain itu, Sigit menyebutkan polisi telah mengumpulkan barang bukti berupa rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian.
Polisi juga sudah melakukan rekonstruksi penembakan di tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat ini kita sedang menganalisa dan menyita CCTV yang ada," jelas Sigit.
"Rekonstruksi sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu," tambah dia.